Baru Gabung, Matheus Cunha Sudah Disejajarkan dengan Cantona dan Rooney

Matheus Cunha
Sumber :
  • BBC

VIVASoccer – Hubungan antara Matheus Cunha dan Manchester United terasa seperti cinta pada pandangan pertama.

img_title Manchester United Terpuruk, Michael Carrick Tak Gentar Hadapi Tekanan

Didatangkan dengan biaya 62,5 juta paun dari Wolverhampton Wanderers, penyerang asal Brasil itu hanya butuh 20 menit untuk memikat perhatian publik Old Trafford.

Meski MU harus menelan kekalahan 0-1 dari Arsenal pada laga pembuka Premier League 2025/26, Minggu (17/8/2025), debut Cunha tetap meninggalkan kesan mendalam bagi para pendukung.

img_title Erik ten Hag Bongkar Borok Cristiano Ronaldo di MU, Sebut Sang Mega Bintang Mengecewakan

Cunha tampil dengan aura berbeda. Flamboyan, kreatif, penuh energi, kadang emosional, namun selalu bermain dengan sepenuh hati.

Sosok seperti inilah yang dirindukan penggemar Setan Merah, pemain dengan jiwa pemberontak yang bukan hanya tampil untuk dirinya sendiri, tetapi juga demi kebanggaan klub.

img_title Kevin Diks Jadi Incaran Premier League Efek Juara ASEAN Cup 2026

Tak ada yang berani menyamakan dirinya dengan legenda seperti Eric Cantona atau Wayne Rooney. Cantona bahkan begitu penting hingga Sir Alex Ferguson pernah berkeliling Paris dengan motor demi mencari sang bintang yang sempat menghilang.

Rooney sendiri menorehkan 253 gol dan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa MU.

Keduanya bukan sekadar pemain hebat, melainkan figur yang memiliki keyakinan diri, keberanian, dan kualitas teknis untuk mengenakan seragam merah tanpa gentar dengan sejarah besar klub.

Kini, muncul pertanyaan: mampukah Cunha mengikuti jejak serupa?

Setidaknya, tanda-tanda awal menunjukkan dirinya tidak gentar menghadapi tekanan.

"Stretford End" sudah lama merindukan sosok yang bisa membangkitkan semangat permainan, terlebih setelah rasa kecewa pada Marcus Rashford yang performanya dianggap tak sebanding dengan kontrak baru sejak 2023.

Kini, harapan itu jatuh pada Matheus Cunha.

Dalam laga melawan Arsenal, Ruben Amorim menurunkannya sebagai gelandang serang kiri dalam skema 3-4-2-1. Cunha bukan sekadar menguasai bola, melainkan juga "menghidupkan" bola hingga menembus pertahanan lawan.

Ia melakukan delapan kali aksi melewati Riccardo Calafiori, Declan Rice, Martin Zubimendi, hingga Gabriel.

Sempat melepaskan tembakan cepat sebelum William Saliba menutup ruang, Cunha memang belum bisa mengancam David Raya, namun aksinya sudah memperlihatkan kombinasi teknik, kecepatan, dan keberanian yang membuat fans bersorak.

Gaya futsal khas masa kecilnya di Recife pun terlihat jelas. Gerakan pirouette ala Zidane ia gunakan untuk mengecoh Jurrien Timber dan Kai Havertz.

Halaman Selanjutnya
img_title