Skuad Garuda Makin Lengkap, John Herdman Tak Bisa Main-main!

John Herdman
Sumber :
  • Tangkap layar X

VIVASoccer – FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi ujian penting bagi John Herdman bersama Timnas Indonesia. Pengamat Mohammad Kusnaeni menilai turnamen ini akan memperlihatkan hasil dari proses yang dibangun Herdman.

img_title Persib Dibayangi Ancaman Dimitar Mitkov, Igor Tolic Ungkap Kekuatan Madura United

Penilaian itu muncul karena situasi Indonesia kini berbeda dibanding turnamen sebelumnya. Herdman memiliki waktu lebih panjang untuk mengenal pemain dan karakter sepak bola Asia Tenggara.

“Ini ujian sekaligus pertaruhan kualitas kepelatihan dia,” kata Kusnaeni di Jakarta, Kamis, sebagaimana diberitakan Antara.

Kusnaeni menilai hasil Indonesia pada Piala AFF sebelumnya masih dapat dipahami. Saat itu, Herdman menghadapi skuad yang tidak lengkap dan masih berada dalam tahap awal menangani persaingan regional.

Bukan Lagi Sekadar Masa Adaptasi

FIFA ASEAN Cup memberi kondisi yang berbeda bagi Herdman. Turnamen ini berlangsung dalam kalender internasional FIFA sehingga Indonesia dapat memanggil pemain-pemain yang berkarier di luar negeri.

AFF sebelumnya juga mencatat sejumlah nama abroad dalam skuad Indonesia. Ada Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, Calvin Verdonk, hingga Ole Romeny.

Kondisi tersebut membuat ukuran keberhasilan Herdman tidak lagi hanya soal membangun tim. Performa Garuda di turnamen ini akan menjadi gambaran seberapa jauh sistem yang ia bangun mampu bekerja dalam kompetisi regional.

Kusnaeni bahkan menyebut partai final sebagai batas minimal yang perlu dicapai Indonesia. Menurutnya, sekadar kembali menjadi finalis bukan pencapaian yang benar-benar baru bagi Garuda.

“Tapi bahkan kalau bagi sebagian orang sih menganggap harusnya juara, karena kalau cuma masuk final kan kita sudah sering masuk final,” ujar Kusnaeni.

Tiga Laga yang Bisa Mengubah Segalanya

Indonesia berada di Grup A bersama Singapura, Malaysia, dan Bangladesh. Format FIFA ASEAN Cup membuat setiap pertandingan fase grup sangat penting karena hanya juara grup yang berhak tampil di final.

Garuda membuka turnamen melawan Singapura pada Jumat, 25 September 2026. Pertandingan tersebut berlangsung pukul 20.00 WIB di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Setelah itu, Indonesia menghadapi Malaysia pada 28 September sebelum menutup fase grup melawan Bangladesh pada 1 Oktober. Ketiga pertandingan tersebut menjadi jalur langsung untuk menentukan posisi Indonesia menuju perebutan trofi.

FIFA memastikan Division 1 menggunakan SUGBK Jakarta dan Stadion Si Jalak Harupat sebagai dua venue. Turnamen berlangsung 25 September hingga 5 Oktober untuk Division 1.

Herdman Sudah Lebih Dulu Memasang Target

Herdman sendiri tidak menyembunyikan ambisi Indonesia di turnamen perdana ini. Pelatih asal Inggris tersebut mengatakan skuadnya optimistis mampu mengejar gelar FIFA ASEAN Cup.

“Kami sangat optimistis. Sebagai sebuah tim, kami yakin dengan kemampuan kami,” kata Herdman kepada awak media di Jakarta, Selasa.

Namun Herdman juga mengingatkan bahwa Indonesia menghadapi lawan-lawan yang sudah lama bermain bersama. Karena itu, ia memilih fokus menghadapi pertandingan satu demi satu, dimulai dari Singapura.

Di titik inilah FIFA ASEAN Cup menjadi lebih dari sekadar turnamen baru bagi Indonesia.

Bagi Herdman, tiga pertandingan grup akan menjadi kesempatan untuk menunjukkan apakah skuad dengan talenta besar itu sudah memiliki identitas permainan yang cukup kuat untuk mengejar gelar.**