Adu Nilai Pasar : Indonesia vs Grup A FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia
Sumber :
  • dok-timnas

VIVASoccer – Timnas Indonesia datang ke FIFA ASEAN Cup 2026 dengan nilai pasar skuad yang terpaut jauh dari tiga pesaingnya di Grup A.

img_title Jay Idzes Baru Comeback, Sassuolo Langsung Dihajar Fiorentina

Berdasarkan data Transfermarkt yang dikutip detikSport, nilai skuad Indonesia mencapai sekitar Rp377,79 miliar.

Angka tersebut membuat Indonesia berada di posisi teratas dalam urusan nilai pasar di Premier Division FIFA ASEAN Cup 2026.

img_title Australia Dikabarkan Kembali Goda Mathew Baker, Bek Muda Ini Punya Jawaban Tegas

Malaysia menjadi tim dengan nilai pasar tertinggi kedua di Grup A, yakni sekitar Rp120,37 miliar.

Sementara Bangladesh memiliki nilai sekitar Rp115,15 miliar, sedangkan Singapura berada di angka Rp59,10 miliar.

img_title Bocah Ajaib Resmi Gabung Hyundai Hillstate, Megawati Siap Dapat Servis Istimewa

Jaraknya Bukan Tipis

Jika angka tersebut dibandingkan langsung, nilai pasar Indonesia sekitar 3,14 kali lebih besar daripada Malaysia.

Jaraknya dengan Bangladesh bahkan sekitar 3,28 kali, sedangkan dibandingkan Singapura mencapai sekitar 6,39 kali.

Dengan kata lain, total nilai tiga lawan Indonesia di Grup A jika dijumlahkan mencapai sekitar Rp294,62 miliar.

Angka tersebut masih berada di bawah estimasi nilai pasar skuad Garuda yang mencapai Rp377,79 miliar berdasarkan data yang dikutip dari Transfermarkt.

Namun, angka pasar tidak otomatis menentukan hasil pertandingan.

Transfermarkt sendiri menggunakan estimasi nilai pasar pemain sebagai gambaran valuasi, sehingga data tersebut lebih tepat dibaca sebagai indikator nilai ekonomi skuad, bukan prediksi skor atau jaminan kemenangan.

Kevin Diks Jadi Nama Paling Mahal

Salah satu penyumbang besar dalam angka Indonesia adalah Kevin Diks.

Bek yang memperkuat Borussia Mönchengladbach itu memiliki nilai pasar sekitar Rp86,91 miliar berdasarkan data yang dikutip dalam laporan tersebut.

Menariknya, nilai pasar Diks seorang diri sudah lebih tinggi sekitar Rp27,81 miliar dibandingkan total nilai seluruh skuad Singapura.

Diks juga tercatat sebagai pemain dengan nilai pasar tertinggi di turnamen berdasarkan daftar tersebut.

Posisi kedua ditempati gelandang Bangladesh, Hamza Choudhury, dengan estimasi nilai pasar sekitar Rp69,53 miliar.

Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa kekuatan nilai pasar Indonesia bukan hanya berasal dari satu nama, tetapi dari akumulasi pemain yang berkarier di level kompetisi lebih tinggi.

Grup A Bukan Cuma Soal Angka

Di atas kertas, Indonesia memang memiliki valuasi terbesar di grup.

Halaman Selanjutnya
img_title