Balas Dendam Usai Tersingkir! Herdman Panggil Bintang Eropa ke Garuda
VIVASoccer - Pelatih Tim nasional sepak bola Indonesia, John Herdman, langsung mengalihkan fokus penuh ke ajang FIFA ASEAN Cup 2026 setelah langkah Skuad Garuda terhenti di fase grup ASEAN Championship 2026.
Hasil imbang 1-1 saat melawan Singapura di Stadion Jalan Besar tidak cukup membawa Indonesia melaju ke semifinal.
Namun, Herdman menegaskan kegagalan tersebut menjadi pijakan evaluasi mendalam untuk mengobati kekecewaan pendukung Garuda dalam turnamen resmi FIFA mendatang.
Agenda FIFA ASEAN Cup 2026 Premier Division yang dijadwalkan berlangsung pada 23 September hingga 3 Oktober 2026 menjadi panggung pembuktian berikutnya.
Berbeda dari turnamen regional sebelumnya yang berada di luar kalender resmi, kejuaraan ini masuk dalam agenda resmi FIFA Matchday, sehingga klub-klub luar negeri wajib melepas para pemainnya.
Evaluasi Taktis dan Skuad Utama John Herdman
Dalam konferensi pers pascamatch, John Herdman mengungkapkan bahwa dominasi penguasaan bola dan skema high pressing yang diterapkan anak asuhnya belum diimbangi penyelesaian akhir yang efektif.
Kendati demikian, juru taktik asal Inggris itu optimis rotasi dan skema taktik yang lebih matang akan terlihat ketika seluruh amunisi terbaik bergabung.
"Kami memiliki penguasaan bola dan kontrol yang cukup, tetapi kesalahan kecil membuat kami harus membayar mahal. Turnamen di September dan Oktober mendatang akan menjadi kesempatan besar bagi kami untuk melangkah maju, belajar dari kegagalan ini, dan bangkit dengan api yang baru," ujar Herdman.
Herdman menambahkan bahwa kehadiran pilar-pilar penting yang berkarier di Eropa seperti Jay Idzes dan Kevin Diks akan memperkuat kedalaman lini pertahanan serta kestabilan transisi permainan.
Herdman mengonfirmasi akan melakukan seleksi ketat terhadap pemain yang tampil di ajang regional untuk disaring kembali ke dalam skuad utama FIFA ASEAN Cup.
Pembagian Grup Premier Division dan Kesiapan Tuan Rumah
Pada edisi perdana FIFA ASEAN Cup 2026 Premier Division, Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggara. Skuad Garuda tergabung di Grup A bersama Malaysia, India, dan Singapura, sementara Grup B dihuni oleh Vietnam, Thailand, Filipina, dan Pakistan.
Persiapan infrastruktur pertandingan terus dimatangkan oleh pemerintah daerah bersama PSSI. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat telah menyiapkan venue utama serta pusat latihan berstandar internasional.