Hari Ke-6 Piala Dunia: Messi Bersinar, Kontroversi VAR dan Timnas Inggris
- tag
VIVASoccer – Hari keenam Piala Dunia 2026 menjadi salah satu hari paling penuh peristiwa dalam turnamen yang masih memasuki babak awal.
Keajaiban Messi, kekacauan skuad Inggris, dan kontroversi VAR mewarnai seluruh rangkaian pertandingan yang tersaji sepanjang hari tersebut.
Argentina dan Lionel Messi memulai pembelaan gelar yang mereka menangkan empat tahun lalu dengan menghadapi Aljazair.
Pertandingan tersebut dibuka dengan dua gol yang dianulir hanya dalam sepuluh menit pertama sebelum Messi bersinar.
Gol pembuka Messi lahir melalui umpan Rodrigo de Paul, rekan dekatnya yang kembali berperan penting bagi Argentina.
Sang maestro memutar badan menghadap gawang sebelum melepaskan tembakan memukau yang meluncur dari kiri ke kanan.
Bola menembus jari-jari kiper Zidane dan bersarang di pojok kanan atas dengan akurasi khas masa keemasannya.
Gol tersebut mengingatkan para penantang bahwa Messi mungkin memasuki senja kariernya, tetapi belum kehilangan kemampuannya.
Ia masih menyimpan seluruh kemampuan dan keahlian masa mudanya serta hasrat meraih hal-hal luar biasa.
Di pertandingan lain pada hari yang sama, Prancis dan Kylian Mbappe mengukir sejarah baru di MetLife Stadium.
Sementara Mbappe menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Prancis lewat brace-nya saat menghadapi Senegal.
Keputusan tidak memberikan penalti ketika skor masih imbang 0-0 memunculkan pertanyaan dari banyak pihak.
Menurut laporan BBC, sejumlah wasit juga mempertanyakan keputusan tersebut dalam laga Prancis menghadapi Senegal.
Kontroversi VAR lainnya muncul ketika Alireza Faghani sempat memberikan tendangan sudut dalam situasi krusial pertandingan.
Wasit asal Australia berketurunan Iran tersebut kemudian mengubah keputusannya menjadi tendangan gawang setelah meninjau tayangan ulang.
Peristiwa itu terjadi dalam salah satu momen penting pertandingan antara Prancis dan Senegal.
Di sisi lain, Inggris yang belum memainkan satu pertandingan sudah dilanda kekacauan menjelang laga perdana.
Tino Livramento mengalami cedera paha yang memaksanya absen dari rencana awal skuad Inggris.
Thomas Tuchel kemudian mendatangkan Trevoh Chalobah sebagai pengganti dalam perubahan skuad pada menit-menit terakhir.
Langkah tersebut memicu perdebatan besar di kalangan penggemar yang menyoroti keputusan sang pelatih.