Alan Marta Jagokan Prancis dan Spanyol di Piala Dunia 2026
- Youtube
VIVASoccer – Prediksi mengenai peta persaingan di panggung Piala Dunia 2026 mulai berdatangan dari para pelaku sepak bola tanah air.
Mantan penyerang sayap Tim Nasional Indonesia kelompok umur 16 dan 19 tahun era 2007-2008, Alan Marta, memperkirakan bahwa bentrokan antarnegara di turnamen edisi kali ini akan berjalan sangat sengit.
Pria kelahiran Pariaman yang pernah merumput bersama klub besar seperti Persija Jakarta dan Sriwijaya FC tersebut menilai bahwa kekuatan sepak bola Benua Biru masih akan mendominasi jalur perburuan trofi paling bergengsi di jagat raya ini.
Dalam sebuah sesi wawancara terbaru pada awal Juni 2026, Alan mengungkapkan bahwa Prancis dan Spanyol merupakan dua kekuatan utama yang paling diunggulkan untuk keluar sebagai kampiun dunia.
Penilaian tersebut didasarkan pada fakta bahwa kedua raksasa Eropa itu memiliki kedalaman skuad yang luar biasa mewah dengan kualitas materi pemain yang sangat seimbang di segala sektor permainan.
Meski menjagokan dua tim Eropa, sebagai calon kuat juara, Alan secara personal mengaku tetap menaruh simpati mendalam dan memfavoritkan sang juara bertahan, Argentina, untuk kembali berbicara banyak di turnamen kali ini.
Secara taktis, Alan melihat bahwa Tim Nasional Spanyol masih mempertahankan identitas permainan kolektif yang sangat solid dan atraktif di atas lapangan hijau.
Kendati demikian, jika berbicara mengenai kemewahan komposisi individu dari lini belakang hingga lini serang, armada Prancis dinilai berada satu tingkat di atas para kompetitor lainnya.
Keberadaan para penggawa tim ayam jantan yang mayoritas menjadi pilar andalan di jajaran klub raksasa papan atas Eropa menjadi alasan utama mengapa Les Bleus begitu ditakuti oleh lawan-lawannya.
Lebih lanjut, mantan pesepak bola yang dikenal memiliki kecepatan tinggi ini secara khusus memuji ketajaman sektor depan Prancis yang dihuni oleh deretan penyerang kelas dunia.
Nama-nama besar seperti Kylian Mbappe, Michael Olise, hingga Marcus Thuram disebutnya sebagai figur krusial yang memiliki magis tersendiri untuk memecah kebuntuan serta menjadi pembeda saat tim menghadapi laga-laga krusial.
Kombinasi pemain-pemain haus gol inilah yang diyakini bakal menjadi momok menakutkan bagi setiap lini pertahanan musuh selama turnamen berlangsung.