Sergio Castel Minim Dampak Saat Persib Bandung Dibantai Ratchaburi
- Persib.co.id
VIVASoccer – Lini depan Persib Bandung menjadi sorotan usai kekalahan telak 0-3 dari Ratchaburi FC pada leg pertama babak 16 besar AFC Champions League (ACL) Two 2025/2026 di Thailand, Rabu (11/2/2026).
Masuknya striker anyar Sergio Castel di tengah pertandingan belum mampu mengubah jalannya laga maupun menembus rapatnya lini belakang wakil Thailand tersebut.
Pelatih Persib Bojan Hodak sempat melakukan rotasi dengan memasukkan beberapa pemain termasuk Castel untuk meningkatkan daya dobrak.
Namun tekanan agresif Ratchaburi sejak awal serta efektivitas serangan balik membuat lini depan Persib kesulitan berkembang.
Tekanan Tinggi Ratchaburi Membatasi Ruang Gerak
Ratchaburi langsung mencetak gol cepat pada menit kelima yang mengubah ritme pertandingan dan memaksa Persib bermain lebih terbuka.
Kondisi tersebut membuat striker Persib, termasuk Castel, harus menghadapi blok pertahanan yang sudah siap serta transisi cepat tuan rumah.
Tekanan intens juga memaksa Persib kesulitan membangun serangan bersih.
Meski mencatat total 13 tembakan sepanjang pertandingan, efektivitas penyelesaian akhir dinilai masih menjadi persoalan utama lini depan.
Minim Dampak Meski Momentum Pergantian Pemain
Castel masuk sebagai bagian dari perubahan taktik di babak kedua. Namun, perubahan tersebut belum mampu memperkecil ketertinggalan karena Ratchaburi tetap disiplin menjaga area pertahanan serta memanfaatkan celah serangan balik.
Persib sendiri sempat menciptakan beberapa peluang melalui pemain lain seperti Uilliam Barros dan Berguinho, tetapi penyelesaian akhir belum maksimal sehingga tidak menghasilkan gol balasan.
Evaluasi Lini Serang Jelang Leg Kedua
Kekalahan 0-3 membuat Persib membutuhkan kemenangan minimal empat gol di leg kedua jika ingin lolos ke perempat final ACL Two.
Tantangan tersebut otomatis menuntut peningkatan performa lini depan, termasuk kontribusi striker baru seperti Sergio Castel dalam duel fisik dan finishing di area kotak penalti.
Selain efektivitas duel dengan bek lawan, koordinasi antar lini dan pemanfaatan peluang dinilai menjadi aspek krusial yang harus dibenahi sebelum pertandingan penentuan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pekan depan.**