Statistik Tak Ramah Persis, Tapi Persib Punya Masalah Baru
- Persib Official
VIVASoccer – Persis di Dasar Klasemen, Persib Ingin Menjauh: Duel Panas di Manahan Sarat Tekanan. Laga Persis Solo vs Persib Bandung sore ini bukan sekadar pertandingan biasa.
Di Stadion Manahan, Sabtu (31/1/2026), dua tim datang dengan nasib yang bertolak belakang: Persis berjuang keluar dari zona merah, sementara Persib mengincar jarak aman di puncak klasemen Super League 2025/2026 dari kejaran Persija Jakarta.
Tekanan besar menyelimuti kedua kubu. Persis bermain di kandang sendiri, namun justru berada dalam situasi paling genting musim ini. Sebaliknya, Persib datang sebagai pemimpin klasemen namun membawa problem baru yang belum tuntas.
Persis Solo
- Liga Indonesia Baru
Bermain di depan pendukung sendiri tak bisa menutupi fakta pahit Persis Solo. Laskar Sambernyawa terpuruk di posisi juru kunci klasemen, hanya mengoleksi dua kemenangan dari 18 laga hingga awal putaran kedua.
Lebih mengkhawatirkan lagi, Persis menjadi tim dengan kebobolan terbanyak kedua di liga (39 gol), hanya kalah dari PSBS Biak. Angka tersebut mencerminkan rapuhnya lini pertahanan yang menjadi masalah utama sejak awal musim.
Manajemen pun bergerak cepat dengan menunjuk Milomir Seslija sebagai pelatih anyar. Kedatangan pelatih kawakan ini dibarengi masuknya gerbong pemain Balkan, dengan harapan mampu mengangkat performa tim dalam waktu singkat.
Berbanding terbalik, Persib Bandung sedang menikmati tren positif. Pasukan Bojan Hodak kokoh di puncak klasemen dengan 41 poin, tak terkalahkan dalam lima laga terakhir. Empat di antaranya berakhir dengan kemenangan, termasuk saat menaklukkan rival utama Persija Jakarta.
Satu-satunya noda datang saat ditahan Persik Kediri 1-1. Namun di balik hasil impresif itu, muncul alarm serius: lini depan Persib terbilang kurang produktif. Dalam lima laga terakhir, Maung Bandung hanya sekali mencetak lebih dari satu gol.
Kepergian William Marcilio, Hamra, dan Rezaldi Hehanussa langsung ditambal dengan nama besar. Persib resmi mendatangkan Layvin Kurzawa, eks sayap kiri Paris Saint-Germain, serta Dion Markx, bek tengah muda Timnas Indonesia.
Namun, kabar kurang idealnya, dua rekrutan anyar tersebut belum bisa dimainkan dalam laga ini. Kondisi ini membuat Persib masih harus mengandalkan komposisi lama, termasuk lini depan yang sedang bermasalah.