Pecco Bagnaia Terpuruk, Data Lap Ungkap Masalah Serius Ducati

Pembalap Tim Ducati Lenovo Fransesco Bagnaia
Sumber :
  • Pinterest

VIVASoccer — Sprint MotoGP Australia bukan sekadar adu cepat 13 lap, tapi juga ujian mental dan teknis bagi para kandidat juara dunia. 

img_title Pasien Bipolar Wajib Tahu! Molekul Ini Terbukti Lindungi Otak dari Gejala Parah

Namun, alih-alih menantang podium, Francesco Bagnaia justru menjadi sorotan karena performanya yang menurun drastis.

Dari posisi ke-11 di grid, pebalap Ducati Lenovo ini finis di urutan 19, lebih dari 32 detik di belakang Marco Bezzecchi yang tampil dominan. Bagi Bagnaia, ini bukan sekadar hasil buruk yang diduga merupakan sinyal krisis performa.

img_title Ini Deretan Fakta Timnas U-20 Usai Disindir Kreator Konten Australia!

Data Lap: Ketimpangan Kecepatan Ducati vs Aprilia

Lap

Marco Bezzecchi (Aprilia)

Francesco Bagnaia (Ducati)

Selisih Waktu

1

1:29.850 detik

1:31.102 detik

+1.252 detik

5

1:29.476 detik

1:31.518 detik

+2.042 detik

10

1:29.730 detik

1:32.221 detik

+2.491 detik

13

1:30.105 detik

1:32.430 detik

+2.325 detik

img_title Ini Deretan Rekor Timnas U-20 Usai Bungkam Australia!


Total gap akhir: 32,4 detik

Data analisis ini dikompilasi berdasarkan catatan resmi motogp.com dan Crash.net, menunjukkan bahwa Bagnaia kehilangan konsistensi grip dan akselerasi sejak lap 4.

Vibrasi Berat di Tikungan Phillip Island
Ducati GP25 milik Bagnaia dilaporkan mengalami chatter hebat saat keluar dari tikungan Siberia dan Lukey Heights. Ia mengaku terpaksa “menutup gas lebih awal” agar motor tak kehilangan traksi.

Pembalap Tim Ducati Lenovo Fransesco Bagnaia

Photo :
  • Pinterest

Kegagalan Setup Ban Depan
Tim Ducati gagal menemukan tekanan ban ideal untuk suhu lintasan yang lebih dingin dari perkiraan (17°C). Akibatnya, ban depan overheat di lap awal dan kehilangan grip di akhir balapan.

Performa Rival Meningkat Drastis
Marco Bezzecchi dan Raul Fernandez (Aprilia) tampil luar biasa dengan top speed stabil di atas 351 km/jam. Ducati hanya mencapai 346 km/jam di speed trap, menandakan masalah aerodinamika.

Performa Pecco kini dinilai bukan cuma soal motor, tapi juga tekanan psikologis sejak di Jepang dan Mandalika, ia tampak kehilangan agresivitas khasnya.

Tim Ducati juga tampak melakukan reaksi cepat: mengganti setting suspensi tengah malam menjelang main race hari Minggu. Namun, kru teknis menyebut mereka “belum menemukan arah pasti”.

Prediksi Balapan Utama Minggu

Ducati berjanji melakukan revisi besar di bagian elektronik dan suspensi depan sebelum main race Minggu (19 Oktober 2025).*