Yamaha Pusing! Quartararo Sakit, Mesin V4 Bermasalah

Augusto Fernandez Uji Coba Mesin Baru Yamaha V4
Sumber :
  • MotoGP

VIVASoccer – Hasil MotoGP San Marino 2025 kembali meninggalkan kekecewaan bagi Yamaha.

img_title Alex Rins Pilih Pensiun, Ogah Lanjut ke WSBK Setelah Didepak Yamaha

Fabio Quartararo gagal tampil maksimal setelah kesulitan menahan beban motor M1 hingga harus mengendur karena rasa sakit.

Memulai balapan dari baris kedua tidak menjamin hasil positif bagi El Diablo. Setelah terjatuh dan gagal finis pada sesi sprint, Minggu (14/9/2025) di Sirkuit Misano, Italia, Quartararo kembali menuai hasil pahit di balapan utama.

img_title Ini Alasan Jorge Martin Berani Tinggalkan Aprilia ke Yamaha

Alih-alih bersaing di barisan depan, Quartararo harus menurunkan kecepatan akibat rasa sakit pada lengannya. Ia akhirnya finis di posisi kedelapan.

Hasil itu memang masih menempatkannya di 10 besar, namun jelas jauh dari ekspektasi tim Monster Energy Yamaha yang berharap podium.

img_title Jorge Martin dan Ai Ogura Jadi Senjata Baru Yamaha di MotoGP 2027

Quartararo Mengeluh Beban Motor dan Ban Aus

Quartararo menjelaskan bahwa ban Michelin menjadi salah satu masalah terbesar.

"Cengkeramannya memang kurang di putaran pertama, tetapi bannya lebih segar," ujar Quartararo dikutip dari Paddock-GP.

"Sayangnya, kami tidak menyangka ban akan aus sebanyak ini. Anehnya, saya yakin ban medium biasanya akan tahan lama," lanjutnya.

Menurutnya, kondisi ban yang cepat habis membuat ia terpaksa menurunkan ritme demi keselamatan.

"Setelah beberapa putaran, saya mulai merasa sakit di lengan. Motornya sangat berat, jadi saya tidak bisa memaksa," tegas Quartararo.

Masalah serupa sudah berulang kali terjadi pada Yamaha, dan kembali menjadi catatan evaluasi serius bagi tim asal Iwata tersebut.

Fernandez: Mesin V4 Masih Belum Stabil

Selain problem ban, Yamaha juga masih menghadapi tantangan besar dengan mesin V4 anyar mereka.

Test rider Augusto Fernandez yang turun sebagai wildcard menilai motor baru itu belum menunjukkan performa stabil.

"Balapan itu sulit, banyak hal yang saya alami, mulai dari konsumsi bahan bakar, masalah kopling, hingga getaran di awal," kata Fernandez dikutip dari GPOne.

Ia mengungkapkan bahwa motor V4 masih memiliki banyak variabel yang memengaruhi konsistensinya.

"V4 memang punya potensi, tetapi responsnya sangat bergantung pada suhu dan kondisi lintasan," jelasnya.

Fernandez menambahkan, "Di beberapa putaran cengkeramannya bagus, tapi setelahnya bisa hilang ritme. Jadi masih banyak hal yang perlu dianalisis dan dikembangkan."

Halaman Selanjutnya
img_title