Makin Panas! Yuki Tsunoda Semprot Liam Lawson Setelah Senggolan di Monza

Yuki Tsunoda, Pembalap F1
Sumber :
  • Berbagai Sumber

VIVASoccer – Pembalap andalan Red Bull, Yuki Tsunoda, mengungkapkan kekecewaannya secara terbuka setelah terlibat insiden dengan rekan satu timnya dari Racing Bulls, Liam Lawson, dalam Grand Prix Italia di Sirkuit Monza pada Minggu malam WIB.

img_title Bukan Soal Loyalitas! Marquez Ungkap Alasan Tinggalkan Honda Tanpa Dibayar

Insiden ini tidak hanya membuatnya kehilangan posisi, tetapi juga memutus rentetan hasil positifnya dalam dua balapan terakhir.

Kronologi Kejadian

img_title Kena Penalti! Bos McLaren Buka Suara Soal Aksi Nekat Yuki Tsunoda di F1 Abu Dhabi

Dalam balapan yang berlangsung sengit, Tsunoda berupaya keras untuk masuk ke zona poin. Namun, perjalanannya terhambat setelah bersenggolan dengan Liam Lawson.

Kontak tersebut membuat kedua pembalap melebar keluar lintasan ke area run-off. Akibatnya, posisi Tsunoda langsung melorot hingga ia harus puas finis di urutan ke-13.

img_title Alasan Lando Norris Lolos dari Hukuman Penalti Meski Salip Tsunoda di Luar Trek

"Ini sangat membuat frustrasi, sejujurnya. Aku sedang berjuang untuk mendapatkan poin," ujar Tsunoda dengan nada kecewa, seperti dikutip dari Formula 1.

"Itu adalah tindakan yang sangat tidak perlu dari Lawson. Aku tidak tahu harus berkata apa."

Kekecewaan di Keluarga Red Bull

Pembalap asal Jepang ini juga menyoroti pentingnya etika balapan, terutama di antara sesama pembalap dalam "keluarga Red Bull".

Menurutnya, ada batasan yang seharusnya tidak dilampaui.

"Selalu ada batas yang tidak bisa kita lewati, terutama saat kita berada di tim yang sama," tambahnya.

Insiden ini bukan hanya mengakhiri balapan Tsunoda tanpa poin, tetapi juga menghentikan catatan impresifnya yang sebelumnya berhasil meraih poin di dua balapan beruntun.

Saat ini, Yuki Tsunoda berada di peringkat ke-19 klasemen dengan total 12 poin.

Insiden di Monza ini menjadi babak baru persaingan di internal tim yang bisa jadi akan terus berlanjut di balapan-balapan berikutnya.*