AS Sita Lebih dari 600 Drone di Area Piala Dunia 2026
- YouTube
VIVASoccer – Otoritas Amerika Serikat meningkatkan pengamanan selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026 dengan menyita lebih dari 600 drone yang terbang di wilayah udara terlarang di sekitar stadion dan area fan zone.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan penonton, pemain, dan seluruh pihak yang terlibat dalam turnamen sepak bola terbesar di dunia.
Menurut keterangan otoritas keamanan, penyitaan dilakukan sejak turnamen dimulai pada pertengahan Juni.
Operasi tersebut melibatkan sejumlah lembaga federal, termasuk Federal Bureau of Investigation (FBI), Transportation Security Administration (TSA), dan Federal Aviation Administration (FAA), yang bekerja sama memantau aktivitas udara di seluruh kota tuan rumah.
Selama hari pertandingan, seluruh penerbangan tanpa izin, termasuk drone, dilarang beroperasi dalam radius sekitar tiga mil laut dari stadion hingga ketinggian 3.000 kaki.
Aturan serupa juga diberlakukan di kawasan fan zone dengan zona larangan terbang yang lebih kecil.
Kebijakan tersebut diterapkan untuk mencegah potensi ancaman terhadap keamanan pertandingan maupun keselamatan penonton.
Miami dan Dallas Jadi Wilayah dengan Pelanggaran Terbanyak
Data dari FBI menunjukkan bahwa pelanggaran paling banyak ditemukan di beberapa kota penyelenggara.
Miami menjadi lokasi dengan jumlah penyitaan drone terbanyak, disusul Dallas, yang juga mencatat puluhan pelanggaran selama berlangsungnya beberapa pertandingan Piala Dunia.
Seluruh drone yang memasuki wilayah terlarang langsung diamankan oleh petugas keamanan yang telah ditempatkan di sekitar stadion.
Selain menyita drone, aparat juga mengambil tindakan hukum terhadap sejumlah operator.
Salah satunya adalah seorang warga negara Meksiko yang didakwa setelah menerbangkan drone di kawasan udara terbatas dekat stadion di Dallas menjelang pertandingan berlangsung.
Kasus tersebut menjadi peringatan bahwa pelanggaran aturan penerbangan selama Piala Dunia akan ditindak secara tegas.
Pelanggar Terancam Denda Besar
Pemerintah Amerika Serikat mengingatkan bahwa operator drone yang nekat memasuki wilayah udara terlarang tanpa izin dapat dikenai denda hingga 100.000 dolar AS, penyitaan perangkat, hingga tuntutan pidana.
FBI juga menempatkan tim khusus di setiap kota penyelenggara untuk mendeteksi, melacak, dan menonaktifkan drone yang dianggap membahayakan keamanan turnamen.