Tanpa Skill Koding, Pemilik UMKM Kini Bisa Bikin Website Sendiri

Ilustrasi Coding Website
Sumber :
  • Pinterest

VIVANews - Platform pengembangan aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI), Emergent, menggelar kompetisi bertajuk Building Indonesia untuk mendorong digitalisasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), reseller, serta bisnis rintisan di Tanah Air. 

img_title Jalan Terjal Megawati Hangestri di KOVO Cup, Ada Silva dan Moma

Program yang diselenggarakan bertepatan dengan momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ini menyediakan total hadiah sebesar Rp800 juta bagi 100 pemenang.

Melalui program ini, para pelaku usaha dianjurkan memanfaatkan teknologi no-code guna mengembangkan solusi digital yang sesuai dengan kebutuhan operasional harian. 

img_title Siapa Saja Lawan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026?

Penggunaan pendekatan tersebut memungkinkan pengguna merancang aplikasi tanpa harus menguasai bahasa pemrograman teknis.

Teknologi No-Code untuk Solusi Operasional Bisnis

img_title Pindah ke Heerenveen, Ini Nasib Mees Hilgers di Timnas Indonesia

Kebutuhan digitalisasi bagi pelaku usaha skala kecil dan menengah umumnya berfokus pada efisiensi operasional yang spesifik. 

Sistem pencatatan transaksi, pengelolaan inventaris barang, pembuatan halaman informasi produk, hingga manajemen pelayanan pelanggan menjadi beberapa area yang kerap membutuhkan alat bantu digital.

Melalui metode no-code, ide atau permasalahan operasional bisnis dapat dideskripsikan terlebih dahulu menggunakan bahasa sehari-hari, termasuk Bahasa Indonesia. 

Selanjutnya, sistem berbasis AI akan memproses deskripsi tersebut menjadi komponen perangkat lunak yang berfungsi, mulai dari tampilan depan (frontend), sistem belakang (backend), hingga proses publikasi (deployment).

Co-founder sekaligus CEO Emergent, Mukund Jha, menyatakan bahwa akses terhadap pembuatan aplikasi kini dibuka lebih luas agar para pemilik bisnis dapat merealisasikan ide operasional mereka tanpa terkendala kemampuan teknis.

Ia menambahkan bahwa pengembangan produk digital pada dasarnya bermula dari penyelesaian masalah nyata yang dituangkan ke dalam kata-kata sebelum diubah menjadi aplikasi yang beroperasi.

Catatan Pengguna dan Cakupan Proyek di Indonesia

Indonesia menjadi salah satu wilayah dengan tingkat aktivitas tinggi dalam ekosistem Emergent. Data internal perusahaan mencatat lebih dari 500 ribu pengguna di Indonesia telah menghasilkan lebih dari 600 ribu proyek aplikasi.

Penggunaan platform tersebut mencakup berbagai kategori. Di sektor bisnis, aplikasi yang dibangun meliputi :

  1. Etalase toko digital dan landing page pemasaran,
  2. Sistem kasir dan inventaris barang (Point of Sale/POS),
  3. Perangkat lunak pengelolaan keuangan usaha.

Selain sektor komersial, platform ini juga dimanfaatkan untuk sektor non-bisnis. 

Halaman Selanjutnya
img_title