Profil Lengkap Daijiro Chirino, Pemain Keturunan Indonesia yang Kalahkan Ronaldo

Daijiro Chirino
Sumber :
  • Transfermarkt

VIVASoccer – Nama Daijiro Chirino kini menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar sepak bola Indonesia.

Pemain berusia 23 tahun ini baru saja mencuri perhatian setelah timnya, Almeria, secara mengejutkan berhasil menumbangkan Al Nassr, klub yang diperkuat oleh megabintang Cristiano Ronaldo, dalam sebuah laga uji coba.

Pertandingan yang digelar di Spanyol pada Senin (11/8/2025) dini hari WIB, berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Almeria.

Meski baru masuk pada menit ke-71, Chirino tampil solid di lini belakang, berkontribusi besar dalam menjaga pertahanan timnya hingga peluit akhir berbunyi.

Namun, bukan hanya performanya di lapangan yang menarik perhatian. Chirino, yang merupakan bek tengah kelahiran Belanda, ternyata memiliki darah Indonesia dari sang ibu yang berasal dari Maluku.

Fakta ini memicu kehebohan di media sosial, di mana para netizen mulai memimpikan ia suatu saat bisa membela Timnas Garuda.

Jejak Karier dan Profil Singkat Daijiro Chirino

Daijiro Florencio Chirino lahir di Zwolle, Belanda, pada 24 Januari 2002. Selain berdarah Maluku dari ibunya, ia juga memiliki garis keturunan Curacao dari ayahnya.

Dengan tinggi sekitar 180 cm, ia dikenal sebagai bek yang tangguh, memiliki kemampuan membaca permainan yang baik, dan sangat disiplin.

Kualitasnya sebagai pemain bertahan sudah tercium sejak muda. Menurut data Transfermarkt, Chirino pernah memperkuat Timnas Belanda di level kelompok umur, menunjukkan bahwa bakatnya sudah terpantau oleh federasi sepak bola Eropa.

Chirino mengawali kariernya di akademi PEC Zwolle. Ia kemudian berhasil menembus tim senior pada tahun 2021 sebelum pindah ke klub divisi 2 Spanyol, Castellon, dua tahun kemudian. Puncak kariernya saat ini adalah ketika ia direkrut oleh Almeria pada Juni 2025.

Momen Viral dengan Cristiano Ronaldo

Usai laga, sebuah momen langka yang melibatkan Chirino dan Ronaldo menjadi viral. Chirino menghampiri Ronaldo di lorong stadion dan mengajaknya berfoto bersama.

Momen tersebut ia unggah di Instagram Story dengan menambahkan emoji kambing, simbol untuk "GOAT" atau Greatest Of All Time.

Aksi ini tak hanya menunjukkan rasa hormatnya, tetapi juga menjadi kebanggaan pribadi karena bisa bertanding—dan mengalahkan—salah satu legenda sepak bola dunia.

Dengan semakin banyaknya pemain keturunan yang sukses membela Timnas Indonesia, seperti Jordi Amat, Sandy Walsh, dan Rafael Struick, nama Daijiro Chirino tentu layak masuk dalam radar PSSI.

Potensi dan pengalamannya bermain di kancah sepak bola Spanyol bisa menjadi aset berharga untuk memperkuat lini pertahanan Timnas Indonesia di masa depan.*