Mbappé Ambil Alih Nomor 10 Modric, Dunia Tercengang Lihat Rekornya
VIVASoccer – Kylian Mbappé resmi naik kelas di Real Madrid.
Musim ini, bintang Prancis berusia 26 tahun itu mengenakan jersey ikonik nomor 10, warisan Luka Modric yang selama tujuh tahun terakhir identik dengan kejayaan Los Blancos.
Keputusan itu bukan sekadar strategi komersial. Florentino Pérez dan Adidas mungkin tersenyum lebar karena lebih dari 345 ribu jersey Mbappé bernomor 10 ludes terjual dalam waktu singkat.
Namun, pelatih Xabi Alonso punya pesan berbeda: nomor 10 bukan hanya soal bisnis, tapi juga tanggung jawab.
“Modric memakainya dengan martabat, bukan hanya karena permainan, tapi juga sikap dan dedikasi untuk klub,” kata Alonso.
Tantangan itu dijawab Mbappé dengan performa impresif sejak awal musim.
Gol, Gestur, dan Tanggung Jawab Baru
Di lapangan, Mbappé langsung membuktikan diri.
Dua gol ke gawang Real Oviedo akhir pekan lalu menambah koleksi tiga gol dalam dua laga LaLiga, meneruskan tren 44 gol musim debutnya yang memecahkan rekor sejarah Madrid.
Lebih dari sekadar mencetak gol, Mbappé menunjukkan sisi lain: menutup ruang saat bertahan, melakukan tekel penting di kotak penalti, hingga meredam emosi Vinícius Júnior yang nyaris terlibat keributan setelah memberi assist untuk gol keduanya.
Bahkan, di luar sorotan kamera, Mbappé memberikan jersey nomor 10 pertamanya di laga tandang kepada seorang anak kecil di tunnel stadion tanpa spanduk permintaan, tanpa sorotan media.
Gestur sederhana, tapi mencerminkan tanggung jawab baru yang ia pikul.
Alonso Terpikat, Persaingan Makin Panas
“Dia memang pencetak gol, itu sudah pasti,” ucap Alonso.
“Tapi ketika dia juga ikut menekan, ikut bertahan, membuat jarak antar lini lebih rapat — tim jadi bekerja lebih baik. Itu yang membuat saya puas.”
Namun, persaingan di lini depan Madrid tetap sengit.
Rodrygo mulai bangkit, Franco Mastuantono baru saja debut di usia 18 tahun, Gonzalo García terus menunjukkan naluri predatornya, sementara Vinícius tetap jadi magnet kontroversi dari aksi diving, gestur ke suporter, hingga gol indah yang menutup kemenangan 3-0.
Di tengah dinamika itu, Mbappé mulai membangun citra baru: bukan hanya mesin gol, tapi juga sosok pemimpin muda yang belajar menyeimbangkan glamor dengan tanggung jawab
VIVASoccer – Kylian Mbappé resmi naik kelas di Real Madrid.
Musim ini, bintang Prancis berusia 26 tahun itu mengenakan jersey ikonik nomor 10, warisan Luka Modric yang selama tujuh tahun terakhir identik dengan kejayaan Los Blancos.
Keputusan itu bukan sekadar strategi komersial. Florentino Pérez dan Adidas mungkin tersenyum lebar karena lebih dari 345 ribu jersey Mbappé bernomor 10 ludes terjual dalam waktu singkat.
Namun, pelatih Xabi Alonso punya pesan berbeda: nomor 10 bukan hanya soal bisnis, tapi juga tanggung jawab.
“Modric memakainya dengan martabat, bukan hanya karena permainan, tapi juga sikap dan dedikasi untuk klub,” kata Alonso.
Tantangan itu dijawab Mbappé dengan performa impresif sejak awal musim.
Gol, Gestur, dan Tanggung Jawab Baru
Di lapangan, Mbappé langsung membuktikan diri.
Dua gol ke gawang Real Oviedo akhir pekan lalu menambah koleksi tiga gol dalam dua laga LaLiga, meneruskan tren 44 gol musim debutnya yang memecahkan rekor sejarah Madrid.
Lebih dari sekadar mencetak gol, Mbappé menunjukkan sisi lain: menutup ruang saat bertahan, melakukan tekel penting di kotak penalti, hingga meredam emosi Vinícius Júnior yang nyaris terlibat keributan setelah memberi assist untuk gol keduanya.
Bahkan, di luar sorotan kamera, Mbappé memberikan jersey nomor 10 pertamanya di laga tandang kepada seorang anak kecil di tunnel stadion tanpa spanduk permintaan, tanpa sorotan media.
Gestur sederhana, tapi mencerminkan tanggung jawab baru yang ia pikul.
Alonso Terpikat, Persaingan Makin Panas
“Dia memang pencetak gol, itu sudah pasti,” ucap Alonso.
“Tapi ketika dia juga ikut menekan, ikut bertahan, membuat jarak antar lini lebih rapat — tim jadi bekerja lebih baik. Itu yang membuat saya puas.”
Namun, persaingan di lini depan Madrid tetap sengit.
Rodrygo mulai bangkit, Franco Mastuantono baru saja debut di usia 18 tahun, Gonzalo García terus menunjukkan naluri predatornya, sementara Vinícius tetap jadi magnet kontroversi dari aksi diving, gestur ke suporter, hingga gol indah yang menutup kemenangan 3-0.
Di tengah dinamika itu, Mbappé mulai membangun citra baru: bukan hanya mesin gol, tapi juga sosok pemimpin muda yang belajar menyeimbangkan glamor dengan tanggung jawab