Super League, Kiper Lokal Jadi Tembok, Kiper Asing Cuma Jadi Pelengkap?

Ernando Ari
Sumber :
  • Persebaya

VIVASoccer – Fenomena menarik muncul di Super League Indonesia musim 2025/2026. Meski sembilan klub telah mendatangkan kiper asing, justru kiper-kiper lokal Indonesia tampil lebih gemilang dengan mendominasi daftar penyelamatan terbanyak hingga pekan ketiga.

Berdasarkan data resmi dari @liga1match, empat besar kiper dengan saves terbanyak semuanya ditempati oleh pemain lokal. Hanya ada satu kiper asing yang berhasil masuk lima besar, itupun dengan catatan yang tidak terlalu impresif.

Ernando Ari dari Persebaya Surabaya muncul sebagai pemimpin dengan 14 penyelamatan dari tiga laga. Kiper muda asal Semarang itu hanya kebobolan 3 gol dan sekali mencatat clean sheet.

Dengan rata-rata hampir lima saves per pertandingan, Ernando membuktikan dirinya sebagai benteng tangguh Green Force.

Di bawahnya, posisi kedua dan ketiga ditempati oleh Nadeo Argawinata (Borneo FC) serta Adi Satryo (Arema FC) dengan 12 penyelamatan masing-masing.

Nadeo menjadi salah satu kunci kokohnya Borneo yang kini bertengger di puncak klasemen sementara. Adi Satryo pun mencuri perhatian setelah sukses menggeser kiper asing Lucas Frigeri dari posisi utama di Arema FC.

Posisi keempat diisi oleh Muhamad Riyandi dari Persis Solo dengan 10 saves. Meski belum mencatat clean sheet, performa Riyandi konsisten dan menjanjikan untuk masa depan sepak bola Indonesia, khususnya di posisi penjaga gawang.

Sementara itu, satu-satunya kiper asing di lima besar adalah Mike Hauptmeijer dari Bali United dengan sembilan penyelamatan. Sayangnya, catatan itu berbanding lurus dengan sembilan gol kebobolan dalam tiga pertandingan.

Rasio ini menjadi gambaran buruk bagi seorang kiper yang dibawa dengan status pemain impor.

Jika dilihat secara keseluruhan, sembilan kiper asing yang mengisi skuad klub Super League musim ini adalah Adam Przybek (Persib), Carlos Eduardo (Persija), Arthur Augusto (Semen Padang), Dida (Madura United), Lucas Frigeri (Arema FC), Leo Navacchio (Persik Kediri), Igor Rodrigues (Persita), Sonny Stevens (Dewa United), serta Mike Hauptmeijer (Bali United).

Dari semua nama tersebut, hanya Hauptmeijer yang masuk lima besar, namun dengan catatan yang tidak bisa disebut impresif.

Dominasi kiper lokal ini bukan sekadar kebetulan. Program pengembangan kiper di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mulai menunjukkan hasil nyata.

Dari Ernando yang sudah berpengalaman bersama Timnas, Nadeo yang menjadi kunci sukses Borneo, Adi Satryo yang berani bersaing dengan pemain impor, hingga Riyandi yang terus berkembang, semuanya membuktikan bahwa talenta lokal layak diandalkan.

Fakta ini seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi manajemen klub.

Alih-alih mengeluarkan dana besar untuk mendatangkan kiper asing, mempercayai talenta lokal bisa menjadi investasi yang lebih menguntungkan.

Dengan musim yang masih panjang, menarik untuk menantikan apakah dominasi kiper Indonesia ini dapat terus bertahan hingga akhir kompetisi.

Konsistensi, kondisi fisik, serta mental menghadapi tekanan akan menjadi kunci utama perjalanan mereka. Daftar 5 Kiper dengan Penyelamatan Terbanyak Super League hingga Pekan Ketiga:

  1. Ernando Ari (Persebaya Surabaya) – 14 saves
  2. Nadeo Argawinata (Borneo FC) – 12 saves
  3. Adi Satryo (Arema FC) – 12 saves
  4. Muhamad Riyandi (Persis Solo) – 10 saves
  5. Mike Hauptmeijer (Bali United) – 9 save

VIVASoccer – Fenomena menarik muncul di Super League Indonesia musim 2025/2026. Meski sembilan klub telah mendatangkan kiper asing, justru kiper-kiper lokal Indonesia tampil lebih gemilang dengan mendominasi daftar penyelamatan terbanyak hingga pekan ketiga.

Berdasarkan data resmi dari @liga1match, empat besar kiper dengan saves terbanyak semuanya ditempati oleh pemain lokal. Hanya ada satu kiper asing yang berhasil masuk lima besar, itupun dengan catatan yang tidak terlalu impresif.

Ernando Ari dari Persebaya Surabaya muncul sebagai pemimpin dengan 14 penyelamatan dari tiga laga. Kiper muda asal Semarang itu hanya kebobolan 3 gol dan sekali mencatat clean sheet.

Dengan rata-rata hampir lima saves per pertandingan, Ernando membuktikan dirinya sebagai benteng tangguh Green Force.

Di bawahnya, posisi kedua dan ketiga ditempati oleh Nadeo Argawinata (Borneo FC) serta Adi Satryo (Arema FC) dengan 12 penyelamatan masing-masing.

Nadeo menjadi salah satu kunci kokohnya Borneo yang kini bertengger di puncak klasemen sementara. Adi Satryo pun mencuri perhatian setelah sukses menggeser kiper asing Lucas Frigeri dari posisi utama di Arema FC.

Posisi keempat diisi oleh Muhamad Riyandi dari Persis Solo dengan 10 saves. Meski belum mencatat clean sheet, performa Riyandi konsisten dan menjanjikan untuk masa depan sepak bola Indonesia, khususnya di posisi penjaga gawang.

Sementara itu, satu-satunya kiper asing di lima besar adalah Mike Hauptmeijer dari Bali United dengan sembilan penyelamatan. Sayangnya, catatan itu berbanding lurus dengan sembilan gol kebobolan dalam tiga pertandingan.

Rasio ini menjadi gambaran buruk bagi seorang kiper yang dibawa dengan status pemain impor.

Jika dilihat secara keseluruhan, sembilan kiper asing yang mengisi skuad klub Super League musim ini adalah Adam Przybek (Persib), Carlos Eduardo (Persija), Arthur Augusto (Semen Padang), Dida (Madura United), Lucas Frigeri (Arema FC), Leo Navacchio (Persik Kediri), Igor Rodrigues (Persita), Sonny Stevens (Dewa United), serta Mike Hauptmeijer (Bali United).

Dari semua nama tersebut, hanya Hauptmeijer yang masuk lima besar, namun dengan catatan yang tidak bisa disebut impresif.

Dominasi kiper lokal ini bukan sekadar kebetulan. Program pengembangan kiper di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mulai menunjukkan hasil nyata.

Dari Ernando yang sudah berpengalaman bersama Timnas, Nadeo yang menjadi kunci sukses Borneo, Adi Satryo yang berani bersaing dengan pemain impor, hingga Riyandi yang terus berkembang, semuanya membuktikan bahwa talenta lokal layak diandalkan.

Fakta ini seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi manajemen klub.

Alih-alih mengeluarkan dana besar untuk mendatangkan kiper asing, mempercayai talenta lokal bisa menjadi investasi yang lebih menguntungkan.

Dengan musim yang masih panjang, menarik untuk menantikan apakah dominasi kiper Indonesia ini dapat terus bertahan hingga akhir kompetisi.

Konsistensi, kondisi fisik, serta mental menghadapi tekanan akan menjadi kunci utama perjalanan mereka. Daftar 5 Kiper dengan Penyelamatan Terbanyak Super League hingga Pekan Ketiga:

  1. Ernando Ari (Persebaya Surabaya) – 14 saves
  2. Nadeo Argawinata (Borneo FC) – 12 saves
  3. Adi Satryo (Arema FC) – 12 saves
  4. Muhamad Riyandi (Persis Solo) – 10 saves
  5. Mike Hauptmeijer (Bali United) – 9 save
/li>