Red Sparks Minta Maaf, Nasib Ko Hee-jin di Ujung Tanduk
- YouTube
VIVASoccer - Kabar mengejutkan datang dari panggung bola voli Korea Selatan. Daejeon JungKwanJang Red Sparks kini tengah diguncang isu sensitif di internal klub.
Nama sang pelatih kepala, Ko Hee-jin, ikut terseret akibat dugaan kasus pembiaran tindakan tidak pantas yang melibatkan seorang oknum staf pelatih terhadap salah satu pemain voli putri.
Insiden ini dilaporkan terjadi pada acara makan malam tim di sela-sela jeda kompetisi V-League. Di tengah desakan publik dan ancaman sanksi kedisiplinan Federasi Bola Voli Korea (KOVO), juru taktik kawakan tersebut akhirnya angkat bicara.
Kronologi Kasus Pembiaran yang Menyeret Nama Ko Hee-jin
Menurut laporan eksklusif dari media Korea Selatan, World Biz & Sports World, kasus ini bermula dari aduan korban pada pertengahan Mei lalu mengenai insiden yang terjadi awal tahun.
Staf pelatih yang diidentifikasi sebagai Pelatih B diduga melakukan tindakan pelanggaran etik berat kepada pemain. Sorotan tajam mengarah kepada Ko Hee-jin karena posisinya saat acara makan malam tersebut berada tidak jauh dari lokasi.
Laporan media setempat menuding sang pelatih kepala mengetahui kejadian itu namun memilih pasif dan membiarkan situasi bergulir tanpa intervensi.
Menanggapi tuduhan serius yang beredar luas di media sosial dan komunitas olahraga, Ko Hee-jin memberikan klarifikasinya melalui wawancara dengan Sportsworldi.
Red Sparks
Dirinya menyatakan tidak mengingat insiden tersebut dengan detail. "Saya tidak tahu. Saya tidak ingat dengan jelas kejadian malam itu," kilah Ko Hee-jin.
Ia juga menambahkan dalam konfirmasi lanjutan bahwa situasi ini mengharuskan dirinya sangat berhati-hati dalam berkomentar karena proses investigasi formal masih berjalan.
"Jika masalah ini benar-benar terbukti, dampaknya tentu akan sangat signifikan bagi seluruh komunitas bola voli," tambahnya.
Manajemen Red Sparks Ambil Langkah Tegas dan Tempuh Jalur Hukum
Manajemen Red Sparks langsung mengeluarkan pernyataan resmi serta permohonan maaf kepada publik. Pihak klub menegaskan telah melakukan langkah pemisahan fisik antara pihak terlibat sejak laporan pertama diterima guna melindungi korban.
Selain investigasi internal, manajemen Red Sparks juga menyerahkan kasus ini sepenuhnya ke Pusat Etika Olahraga Korea Selatan.