Naturalisasi Timnas Indonesia Sandy Walsh Pilih Persib, Marc Klok hingga Thom Haye Jadi Referensi
VIVASoccer – Bek Timnas Indonesia Sandy Walsh mengungkap alasan di balik keputusannya menerima pinangan Persib Bandung untuk menghadapi musim 2026/2027. Pemain naturalisasi berusia 31 tahun itu mengaku tidak membutuhkan banyak pertimbangan sebelum menandatangani kontrak hingga 2029 karena sudah mengenal kultur Persib melalui rekan-rekannya di Timnas Indonesia.
Sandy menjelaskan, berbagai cerita dari Marc Klok, Beckham Putra, Saddil Ramdani, Thom Haye, hingga Adam Alis membuatnya memiliki gambaran jelas mengenai atmosfer klub, kualitas kompetisi domestik, hingga kehidupan sebagai pemain Persib. Informasi tersebut menjadi bekal penting sebelum akhirnya memutuskan berkarier di Bandung.
Rekan Timnas Indonesia Jadi Sumber Informasi
Dalam tayangan YouTube resmi Persib, Sandy mengatakan dirinya memang tidak banyak berdiskusi ketika proses transfer mulai mengarah ke Persib. Menurutnya, hampir semua pertanyaan sudah terjawab ketika menjalani pemusatan latihan maupun pertandingan bersama Timnas Indonesia.
"Saya rasa tidak banyak yang perlu saya diskusikan dengan para pemain Timnas Indonesia yang sekarang ada di tim, seperti Thom, Marc, Beckham, Saddil. Sebelumnya juga dengan Adam," ujar Sandy.
Bek kelahiran Brussel, Belgia, tersebut mengungkapkan bahwa setiap berkumpul bersama skuad Garuda, ia kerap bertanya mengenai pengalaman bermain untuk Persib maupun kualitas Liga Indonesia.
"Tidak banyak yang perlu dibahas. Karena setiap kali saya bersama tim nasional, ketika kami duduk bersama atau berinteraksi, saya selalu bertanya kepada mereka bagaimana rasanya bermain di Persib atau bagaimana Liga Indonesia," lanjut Sandy dalam wawancara di kanal resmi Persib.
Pengalaman di Jepang dan Thailand Jadi Modal Adaptasi
Sebelum bergabung dengan Persib, Sandy telah lebih dulu mencicipi kompetisi di dua negara Asia. Ia sempat memperkuat Yokohama F. Marinos di Jepang sebelum melanjutkan karier bersama Buriram United di Thailand.
Pengalaman tersebut membuat Sandy optimistis proses adaptasinya di sepak bola Indonesia tidak akan berlangsung lama. Ia menilai karakter kompetisi Asia Tenggara tidak sepenuhnya asing sehingga lebih mudah menyesuaikan diri, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Fleksibilitas juga menjadi nilai tambah yang dibawa Sandy. Selain berposisi sebagai bek kanan, pemain naturalisasi Timnas Indonesia itu mampu dimainkan sebagai bek tengah maupun wing-back sesuai kebutuhan taktik pelatih.