Haaland Tebar Psywar, Inggris Diuji Rekor dan Misi ke Semifinal Piala Dunia
VIVA Soccer – Timnas Inggris akan menghadapi tantangan besar saat bertemu Norwegia pada perempat final Piala Dunia 2026 di Miami. Meski Three Lions unggul dalam rekor pertemuan, ancaman Erling Haaland yang sedang tajam membuat laga ini diprediksi menjadi salah satu duel paling menarik di babak delapan besar.
Pertandingan ini juga menjadi pertemuan pertama kedua negara di putaran final Piala Dunia. Inggris datang dengan status salah satu favorit juara, sedangkan Norwegia mencatat sejarah dengan lolos ke perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Rekor Pertemuan Memihak Inggris
Secara statistik, Inggris memiliki catatan yang jauh lebih baik dibanding Norwegia. Dari 12 pertemuan sebelumnya di semua ajang, Three Lions meraih tujuh kemenangan, Norwegia hanya dua kali menang, sementara tiga pertandingan lainnya berakhir imbang.
Dominasi Inggris sudah terlihat sejak pertemuan pertama pada 1937 ketika mereka menang telak 6-0. Bahkan dalam empat pertemuan awal, Norwegia kebobolan 20 gol dan hanya mampu mencetak dua gol.
Namun sejarah juga mencatat Norwegia pernah memberi luka mendalam bagi Inggris. Pada kualifikasi Piala Dunia 1982, Norwegia secara mengejutkan menang 2-1 di Oslo. Kemenangan itu dikenang sebagai salah satu hasil terbesar dalam sejarah sepak bola Norwegia.
Momen penting lainnya terjadi pada kualifikasi Piala Dunia 1994. Saat itu Norwegia menahan Inggris 1-1 di Wembley sebelum menang 2-0 di kandang sendiri, hasil yang membantu mereka finis sebagai juara grup dan lolos ke putaran final.
Haaland Jadi Ancaman Terbesar
Meski rekor sejarah berpihak kepada Inggris, kondisi skuad saat ini membuat pertandingan diprediksi berjalan jauh lebih seimbang.
Perhatian utama tentu mengarah kepada Erling Haaland. Striker Manchester City tersebut sedang menjalani Piala Dunia terbaik dalam kariernya dengan koleksi tujuh gol, hanya terpaut satu gol dari pemimpin daftar top skor, Lionel Messi dan Kylian Mbappe.
Ketajamannya kembali terlihat saat mencetak dua gol yang menyingkirkan Brasil di babak 16 besar. Performa tersebut membuktikan Norwegia tidak lagi sekadar tim kuda hitam, melainkan lawan yang mampu menghukum setiap kesalahan lawan.