Dominasi Eropa di Piala Dunia 2026, Kebetulan atau Fakta?

Siapa Debutan Terkuat Piala Dunia 2026?
Sumber :
  • Istimewa

VIVASoccer – Dominasi tim-tim Eropa kembali menjadi sorotan pada Piala Dunia 2026. 

img_title Dua Tim Indonesia Siap Tempur di Srikandi Merdeka Cup 2026

Memasuki babak perempat final, enam dari delapan tim yang masih bertahan berasal dari kawasan Eropa, yakni Belgia, Inggris, Prancis, Norwegia, Spanyol, dan Swiss. 

Dua slot lainnya ditempati Argentina serta Maroko, sehingga Eropa kembali menunjukkan kekuatannya di panggung sepak bola dunia.

img_title Dewata Challenge Series 2026 Dimulai, Persib Siap Adu Kekuatan

Fenomena tersebut mengingatkan pada sejarah panjang Piala Dunia. 

Meski turnamen kali ini digelar di Amerika Utara, negara-negara Eropa tetap mampu tampil konsisten dan mendominasi fase gugur. 

img_title Igor Tolic Mulai Susun Kekuatan Persib Jelang Musim 2026/2027

Sejak format turnamen diperluas menjadi 48 tim, banyak yang memperkirakan persaingan akan semakin merata. 

Namun hingga babak delapan besar, tim-tim Eropa justru tampil paling stabil.

Keberhasilan mereka bukan hanya ditentukan kualitas individu para pemain, tetapi juga kedalaman skuad, pengalaman di level internasional, serta sistem permainan yang matang.

Kualitas Skuad Jadi Pembeda di Fase Gugur

Sepanjang turnamen, sejumlah wakil Eropa mampu menunjukkan kemampuan beradaptasi menghadapi berbagai kondisi pertandingan. 

Inggris sukses melewati tekanan saat menghadapi Meksiko di Stadion Azteca, sementara Belgia tampil solid ketika menyingkirkan tuan rumah Amerika Serikat pada babak 16 besar. 

Prancis juga mampu mengatasi perlawanan Paraguay untuk mengamankan tiket ke perempat final. Spanyol turut memperlihatkan performa yang meyakinkan. 

Setelah sempat menjalani awal turnamen yang kurang mulus, juara Eropa tersebut kembali menemukan ritme permainan dan berhasil menyingkirkan Portugal. 

Kemenangan itu semakin mengukuhkan status mereka sebagai salah satu kandidat kuat juara. Di luar nama-nama besar, Norwegia dan Swiss juga mencuri perhatian. 

Norwegia menikmati kebangkitan berkat ketajaman Erling Haaland yang membawa timnya melangkah jauh di turnamen, sedangkan Swiss mencatat sejarah dengan menembus perempat final setelah tampil disiplin sepanjang fase gugur.

Peluang Juara Kembali Mengarah ke Eropa

Melihat komposisi delapan besar, peluang lahirnya juara dari Eropa kembali terbuka lebar. 

Prancis, Spanyol, Inggris, hingga Belgia memiliki kualitas skuad yang merata serta pengalaman menghadapi pertandingan bertekanan tinggi.

Meski demikian, persaingan belum sepenuhnya menjadi milik Eropa. 

Argentina masih membawa status juara bertahan dan tetap menjadi ancaman serius, sedangkan Maroko kembali membuktikan bahwa wakil Afrika mampu bersaing dengan tim-tim elite dunia.

Halaman Selanjutnya
img_title