Maroko Tersingkir, Kiper Maroko Tetap Bersinar dengan Rekor Penalti Piala Dunia
VIVASoccer - Yassine Bounou kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu penjaga gawang terbaik dunia meski gagal membawa Maroko melangkah ke semifinal Piala Dunia 2026. Kiper berusia 35 tahun itu sempat menggagalkan penalti Kylian Mbappe, namun Maroko akhirnya harus mengakui keunggulan Prancis dengan skor 0-2 di Boston Stadium.
Hasil tersebut memang mengakhiri perjalanan Atlas Lions di babak perempat final. Namun, penampilan Bounou justru menjadi salah satu sorotan utama berkat rekor yang ia ciptakan di panggung sepak bola paling bergengsi tersebut.
Rekor Penalti yang Sulit Ditandingi
Momen terbaik Bounou terjadi pada babak pertama ketika ia membaca arah tendangan penalti Mbappe. Setelah menunggu lebih dari tiga menit akibat proses sebelum eksekusi, kapten Prancis itu melepaskan tembakan yang berhasil ditepis Bounou ke sisi kirinya.
Penyelamatan tersebut bukan sekadar menggagalkan peluang emas Prancis. Berdasarkan data Opta, itu menjadi penyelamatan penalti keempat Bounou di ajang Piala Dunia, termasuk adu penalti, jumlah terbanyak yang pernah dicatat seorang kiper sejak pencatatan statistik modern dimulai pada 1966.
Statistik itu semakin impresif karena dari sembilan penalti yang dihadapinya sepanjang Piala Dunia, hanya dua yang berhasil berbuah gol. Tiga penalti lainnya bahkan gagal mengarah ke gawang, memperlihatkan betapa sulitnya para eksekutor menaklukkan penjaga gawang asal Maroko tersebut.
Tembok Terakhir Maroko
Meski akhirnya kebobolan dua gol pada babak kedua, performa Bounou sepanjang pertandingan tetap layak mendapat apresiasi.
Ia beberapa kali menggagalkan peluang berbahaya Prancis, termasuk tendangan keras Mbappe dari luar kotak penalti, sundulan Dayot Upamecano dari jarak dekat, hingga peluang Desire Doue. Bahkan, tembakan jarak jauh Lucas Digne yang membentur mistar nyaris menjadi satu-satunya momen ketika Bounou benar-benar tak mampu bereaksi.
Gol pertama Mbappe pada menit ke-60 pun lahir melalui penyelesaian akhir berkualitas tinggi yang mengarah ke sudut gawang. Enam menit berselang, Ousmane Dembele menggandakan keunggulan Prancis setelah memanfaatkan assist Mbappe.
Meski dua kali memungut bola dari gawangnya, Bounou tetap menjadi alasan utama Maroko mampu bertahan cukup lama menghadapi dominasi Les Bleus.