Usai Kalahkan Brasil, Haaland: Rasanya Masih Sulit Dipercaya
- BBC
VIVASoccer – Erling Haaland mengaku masih sulit mempercayai keberhasilan Norwegia menyingkirkan Brasil dan melaju ke perempat final Piala Dunia 2026. Penyerang Manchester City itu menyebut timnya datang tanpa beban, sementara tekanan besar justru berada di kubu Brasil yang menjadi salah satu favorit juara.
Melalui pembaruan vlog pribadinya usai pertandingan, Haaland menceritakan suasana ruang ganti Norwegia sebelum laga dimulai. Ia mengaku sengaja meminta rekan-rekannya untuk menikmati pertandingan apa pun hasil akhirnya karena menurutnya ekspektasi publik sepenuhnya berada di pundak Brasil.
"Tekanan semuanya ada di Brasil. Apa pun yang terjadi, kita harus tersenyum dan menikmati pertandingan karena kita sudah melakukan semua yang kita bisa," ujar Haaland.
Bagi pemain berusia 26 tahun tersebut, kemenangan atas Brasil bukan hanya sekadar hasil pertandingan, melainkan pencapaian yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan dalam perjalanan kariernya.
Hormati Brasil, tetapi Tak Gentar di Lapangan
Meski berhasil menyingkirkan tim tersukses dalam sejarah Piala Dunia, Haaland menegaskan rasa hormatnya terhadap Brasil tidak pernah berubah.
Ia menyebut Brasil sebagai salah satu simbol terbesar sepak bola dunia yang telah melahirkan banyak legenda. Bahkan, Haaland mengaku tumbuh dengan mengagumi Ronaldo Nazario, sosok yang menjadi inspirasi banyak penyerang generasi modern.
"Brasil adalah kekuatan besar dalam sepak bola. Ronaldo adalah idola bagi hampir semua anak yang mulai bermain sepak bola," katanya.
Namun rasa hormat itu tidak membuat Norwegia kehilangan kepercayaan diri. Haaland menilai sepak bola selalu menghadirkan peluang bagi siapa pun selama mampu memanfaatkan momentum di lapangan.
Menurutnya, pertandingan melawan Brasil menjadi bukti bahwa status favorit tidak selalu menjamin kemenangan ketika tekanan mental mulai memengaruhi permainan.
Faktor Mental Jadi Pembeda
Selain kualitas teknis, Haaland menilai aspek psikologis memainkan peran besar dalam pertandingan tersebut.
Dengan populasi lebih dari 200 juta jiwa dan sejarah lima gelar juara dunia, Brasil selalu datang ke turnamen dengan ekspektasi sangat tinggi. Beban tersebut, menurut Haaland, terasa jelas selama pertandingan berlangsung.
"Untuk negara sebesar Brasil, semua orang berharap mereka menang. Anda benar-benar bisa merasakan tekanan itu di lapangan," ungkapnya.