Publik Argentina Murka! Iklan dengan Sosok AI Maradona Picu Gelombang Protes
- la voz
VIVASoccer – Penggunaan gambar hasil kecerdasan buatan mendiang Diego Armando Maradona dalam sebuah iklan memicu kemarahan besar di Argentina. Sebuah perusahaan judi asal Argentina bernama BetWarrior membeli slot iklan untuk ditayangkan di jeda laga pembuka Piala Dunia antara Meksiko dan Afrika Selatan.
Penonton dibuat terkejut ketika sosok Maradona muncul kembali melalui teknologi AI dalam video promosi tersebut. Kemunculan gambar tersebut membuat banyak penonton kehilangan fokus terhadap pertandingan yang sedang berlangsung.
Gelombang kritik pun langsung membanjiri media sosial sebagai respons atas penayangan iklan tersebut. Sasaran kritik tidak hanya tertuju pada perusahaan tersebut, melainkan juga kepada anak anak Maradona yang diduga memberikan izin penggunaan gambar sang ayah.
Banyak pihak menilai bahwa Maradona semasa hidupnya tidak akan pernah menyetujui citranya digunakan untuk iklan perjudian. Persetujuan dari pihak keluarga inilah yang justru menimbulkan kebingungan dan kekecewaan di kalangan publik.
Seorang spesialis kecerdasan buatan bernama Nicolas Bilkins turut membuka diskusi mengenai hak citra di era teknologi AI saat ini. Ia menyoroti bagaimana teknologi kini memungkinkan siapa saja untuk membuat seseorang seolah olah mengatakan sesuatu yang sebenarnya tidak pernah diucapkannya.
Perdebatan pun muncul mengenai batasan hak seorang ahli waris dalam memanfaatkan sosok orang yang telah meninggal untuk kepentingan komersial. Pertanyaan besar yang berkembang adalah sejauh mana keluarga berhak membuat sosok mendiang mengucapkan hal yang bertentangan dengan prinsip hidupnya.
Situasi ini semakin memanas ketika BetWarrior memutuskan untuk menonaktifkan kolom komentar pada video yang sama di platform YouTube. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya menghindari gelombang kritik yang semakin meluas dari warganet.
Kasus ini menjadi sorotan menjelang rangkaian pertandingan Argentina selanjutnya yang akan menghadapi Aljazair pada 16 Juni mendatang. Insiden ini menambah daftar polemik penggunaan teknologi AI yang menyentuh sosok legenda sepak bola dunia.
Publik kini menanti bagaimana pihak keluarga maupun perusahaan terkait merespons gelombang kritik yang terus bergulir ini.**