Janji Unik Lamine Yamal jika Spanyol Juara Piala Dunia 2026
- FIFA
VIVASoccer – Lamine Yamal bukan hanya menarik perhatian dunia karena kemampuannya di atas lapangan, tetapi juga karena caranya yang khas dalam mengungkapkan semangat dan kepercayaan diri menjelang Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Utara.
Penyerang sayap Barcelona berusia 18 tahun itu membuat nazar unik kepada para penggemarnya, dengan berjanji akan membiarkan jenggot dan kumisnya tumbuh selama tiga minggu penuh apabila berhasil membawa Spanyol meraih gelar juara dunia.
"Jika kami memenangkan Piala Dunia, saya berjanji akan membiarkan janggut dan kumis saya tumbuh selama tiga minggu," ucap Yamal seperti dikutip dari akun media sosial jurnalis Fabrizio Romano.
Tidak hanya nazar soal penampilan pribadi, Yamal juga berkomitmen memberikan hadiah kepada para penggemarnya dengan mengundi 100 unit headphone Beats by Dre apabila Spanyol berhasil menjadi juara, sebuah hadiah yang nilainya ditaksir mencapai sekitar 35 ribu poundsterling atau setara Rp720 juta.
"Saya berjanji jika kami memenangkan Piala Dunia, saya akan mengundi 100 Beats," ujar Yamal dalam kanal YouTube pribadinya.
Kehadiran Yamal di Piala Dunia ini sendiri sudah menjadi narasi yang menarik tersendiri.
Pelatih Luis de la Fuente tetap mempertahankan Yamal dalam skuad final Spanyol meski sang pemain sebelumnya mengalami cedera hamstring, karena De la Fuente meyakini kondisi pemain Barcelona itu akan segera pulih sebelum turnamen benar-benar dimulai.
Di luar nazar unik tersebut, ambisi Yamal di Piala Dunia 2026 tidak berhenti di sekadar target juara.
Pemain berdarah Maroko-Guinea Ekuatorial itu secara terang-terangan menyatakan ingin memecahkan rekor sebagai pemain Spanyol termuda yang mencetak hat-trick di Piala Dunia, sebuah tantangan yang ia arahkan langsung kepada rekan setimnya di Barcelona, Gavi, yang saat ini masih memegang rekor tersebut.
"Jika saya mencetak gol kedua, mungkin saya akan memberi sedikit anggukan kepada Gavi, karena dia baru punya satu. Tapi saya akan berusaha mencetak ketiganya," kata Yamal dengan percaya diri.
Dalam wawancara dengan FIFA, Yamal juga mengungkapkan mimpi terbesarnya yang sudah ia simpan sejak kecil, yakni meraih gelar juara dunia, dan ia menegaskan bahwa Spanyol tidak boleh terlena dengan status favorit karena dalam sepak bola, label itu tidak memberikan keuntungan apa pun di atas lapangan.