Eks Klub Megawati Diterpa Skandal, Red Sparks Sampaikan Permintaan Maaf
VIVASoccer – Klub voli putri Korea Selatan, Jung Kwan Jang Red Sparks, akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi terkait dugaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan salah satu staf pelatih terhadap seorang pemain.
Pernyataan tersebut disampaikan pada 17 Juli 2026 melalui berbagai media Korea Selatan serta akun Instagram resmi klub.
Red Sparks mengonfirmasi bahwa mereka merupakan tim yang sedang menjalani penyelidikan oleh Pusat Etika Olahraga Korea, sekaligus mengakhiri spekulasi yang berkembang dalam beberapa bulan terakhir.
Red Sparks Minta Maaf kepada Penggemar
Dalam pernyataan resminya, manajemen Red Sparks membuka dengan menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pendukung klub.
"Kami dengan tulus meminta maaf kepada para penggemar kami," tulis Red Sparks.
Klub mengakui bahwa kasus tersebut telah menimbulkan kekecewaan dan mencoreng citra tim yang selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan di Liga Voli Korea Selatan.
Red Sparks, Klub Voli Korea Selatan
- Berbagai Sumber
Langsung Ambil Langkah Awal
Red Sparks menjelaskan bahwa mereka segera mengambil tindakan setelah mengetahui dugaan tindakan tidak pantas tersebut pada bulan Mei.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah memisahkan pihak-pihak yang terlibat guna melindungi korban serta memastikan proses investigasi dapat berjalan sesuai prosedur.
Klub juga menyatakan akan bekerja sama dengan pihak berwenang selama penyelidikan berlangsung.
Klub yang Dikenal Publik Indonesia
Nama Red Sparks cukup dikenal oleh pecinta voli Indonesia karena pernah diperkuat Megawati Hangestri Pertiwi selama dua musim, yakni 2023/2024 dan 2024/2025.
Penampilan impresif Megawati bersama Red Sparks membuat klub tersebut memiliki banyak penggemar di Indonesia, sehingga kabar mengenai kasus ini turut menjadi perhatian publik Tanah Air.
Namun, dugaan kasus yang tengah diselidiki tersebut berkaitan dengan salah satu staf pelatih dan seorang pemain, bukan dengan Megawati Hangestri.
Investigasi Masih Berlangsung
Hingga saat ini, proses penyelidikan oleh Pusat Etika Olahraga Korea masih berlangsung dan belum menghasilkan keputusan akhir.
Red Sparks menyatakan akan menghormati seluruh proses investigasi serta berkomitmen menciptakan lingkungan yang aman bagi seluruh pemain dan staf klub.
Karena penyelidikan masih berjalan, rincian mengenai dugaan pelanggaran maupun sanksi belum diumumkan secara resmi.