Herdman Puji Pemain Naturalisasi Lokal di Timnas Indonesia
VIVASoccer – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mendapat keuntungan besar dalam mempersiapkan skuad untuk ASEAN Championship Hyundai Cup 2026.
Meski banyak pemain abroad tidak bisa bergabung karena turnamen tidak masuk kalender resmi FIFA, Garuda tetap diperkuat sejumlah pemain naturalisasi yang kini berstatus pemain lokal setelah membela klub-klub Super League Indonesia.
Situasi tersebut membuat Herdman tetap memiliki banyak pilihan pemain berkualitas.
Mereka memang berstatus pemain naturalisasi, tetapi karena telah bermain di kompetisi domestik, proses pemanggilan tidak terkendala izin klub luar negeri sebagaimana pemain yang masih berkarier di Eropa atau Australia.
Setidaknya terdapat sejumlah nama yang kini berstatus pemain lokal di Super League, seperti Sandy Walsh, Shayne Pattynama, Jordi Amat, Thom Haye, Eliano Reijnders, Rafael Struick, Ragnar Oratmangoen, Mauro Zijlstra, Dion Markx, Marc Klok, hingga Ivar Jenner. Kehadiran mereka menjadi keuntungan tersendiri bagi Timnas Indonesia.
Herdman Tak Kehabisan Pilihan
Sebelumnya, Herdman sempat mengaku kecewa karena beberapa pemain abroad tidak mendapat izin dari klub masing-masing untuk tampil di Piala AFF.
Namun, keberadaan para pemain naturalisasi yang kini bermain di Indonesia membuat kualitas skuad tetap terjaga.
Sebagian besar pemain tersebut juga sudah menjadi bagian penting Timnas Indonesia dalam berbagai ajang internasional.
Pengalaman mereka di level Asia menjadi modal berharga untuk menghadapi persaingan di ASEAN Championship Hyundai Cup 2026.
Selain itu, adaptasi antarpemain juga dinilai lebih mudah karena sebagian besar sudah saling mengenal melalui kompetisi domestik maupun agenda Timnas Indonesia sebelumnya.
Modal Kuat Menuju Piala AFF
Herdman kini fokus memaksimalkan pemain yang tersedia selama pemusatan latihan.
Kombinasi pemain lokal dan naturalisasi diharapkan mampu membuat permainan Timnas Indonesia semakin solid menjelang turnamen.
Keberadaan para pemain naturalisasi yang bermain di Super League juga memberikan keuntungan dari sisi kebugaran.
Mereka tetap berada di Indonesia sehingga lebih mudah bergabung dengan pemusatan latihan tanpa harus menempuh perjalanan panjang dari luar negeri.
Dengan kondisi tersebut, Timnas Indonesia tetap memiliki skuad yang kompetitif meski kehilangan beberapa pemain abroad.