Pemain Abroad Timnas Indonesia Terancam Absen di Piala AFF 2026
VIVASoccer –Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengaku kecewa karena banyak pemain abroad berpotensi tidak bisa memperkuat skuad Garuda di Piala AFF 2026.
Turnamen yang berlangsung di luar kalender resmi FIFA membuat klub-klub luar negeri tidak memiliki kewajiban melepas para pemain mereka ke tim nasional.
Kondisi tersebut menjadi tantangan besar bagi Herdman dalam menyusun kekuatan terbaik Indonesia.
Padahal pada awal pemusatan latihan ia sempat memanggil beberapa pemain yang berkarier di luar negeri untuk mengikuti seleksi di Bali. Namun peluang mereka tampil di turnamen semakin kecil karena terbentur jadwal pramusim bersama klub masing-masing.
Herdman mengaku memahami alasan klub-klub Eropa yang memprioritaskan persiapan musim baru.
Meski begitu, ia tetap menyayangkan keputusan tersebut karena menurutnya Piala AFF merupakan kesempatan penting bagi para pemain untuk mendapatkan pengalaman internasional bersama Timnas Indonesia.
Klub Eropa dan Australia Sulit Beri Izin
Selain klub-klub di Eropa, beberapa tim dari kompetisi Australia juga disebut enggan melepas pemain mereka. Herdman menilai situasi ini cukup mengecewakan karena sebagian besar klub sedang menjalani masa pramusim, bukan kompetisi resmi.
Ia berharap ada fleksibilitas agar pemain tetap bisa membela negaranya di ajang regional. Salahsatu nama yang disorot adalah Luke Vickery, yang batal bergabung karena tidak mendapat izin dari klubnya.
Herdman menilai turnamen seperti Piala AFF seharusnya menjadi kesempatan berharga bagi pemain muda untuk berkembang dan mendapatkan pengalaman internasional.
Meski demikian, Herdman memastikan Timnas Indonesia tetap memiliki sejumlah pemain abroad dalam daftar pemusatan latihan. Beberapa di antaranya adalah Justin Hubner, Marselino Ferdinan, Mathew Baker, Tim Geypens, dan Mitchell Baker.
Namun keputusan akhir tetap bergantung pada izin dari klub masing-masing.
Andalkan Kekuatan Liga Domestik
Melihat situasi tersebut, Herdman mulai mempersiapkan kemungkinan tampil dengan mayoritas pemain dari kompetisi domestik. Ia merasa beruntung karena klub-klub Indonesia menunjukkan dukungan penuh terhadap program tim nasional dengan melepas pemain terbaik mereka ke pemusatan latihan.
Menurut Herdman, dukungan dari klub-klub dalam negeri menjadi modal penting untuk membangun skuad yang kompetitif. Ia optimistis para pemain Liga Indonesia mampu mengisi kekosongan apabila sebagian besar pemain abroad benar-benar tidak dapat bergabung.