Dalam acara tersebut, Shin Tae-yong hadir dengan penampilan elegan mengenakan jas hitam, kemeja putih, dan dasi oranye warna yang identik dengan suporter Persija, Jakmania.
Ia didampingi penerjemahnya, Jeong Seok-seo atau Jeje, serta Presiden Persija Mohamad Prapanca.
Akun resmi klub turut menyambut kedatangannya dengan penuh antusias.
“Selamat datang, pelatih Shin Tae-yong!,” tulis Instagram @persija.
“Jakarta sudah menanti!,” lanjutnya.
Dalam sesi tanya jawab dengan media, suasana sempat memanas ketika salah satu pertanyaan menyinggung nama Mariano Peralta, pemain Borneo FC yang santer dikaitkan dengan Persija di bursa transfer.
Status Peralta sebagai MVP Super League musim lalu membuat rumor kepindahannya semakin menjadi sorotan.
Menariknya, Shin Tae-yong merespons isu tersebut dengan cukup terbuka. Melalui penjelasan Jeje sebagai penerjemah, STY mengaku sudah mendengar kabar tersebut dan menyambutnya dengan positif.
“Untuk (Mariano) Peralta memang sudah dikontrak (Persija), Coach Shin dengar dan Coach Shin pun senang,“ kata Jeje menerjemahkan ucapan STY.
“Jadi ingin sambut Peralta dengan sangat senang hati,“ tambahnya.
Di sisi lain, manajemen Persija memastikan kontrak Shin Tae-yong berdurasi tiga tahun. Ia juga akan dilibatkan dalam proyek pengembangan pemain muda klub.
Dengan mandat jangka panjang tersebut, Shin Tae-yong tak menutupi ambisinya. Ia menargetkan Persija mampu kembali bersaing di papan atas, bahkan meraih gelar juara.
“Target saya pastinya ingin dapat prestasi yang baik dan akan berusaha sebaik mungkin agar fans Persija Jakarta bisa melihat kembali permainan Persija Jakarta,” ujar Shin Tae-yong dikutip dari siaran langsung YouTube Persija.
“Jadi dengan menjadi satu dengan para pemain, mungkin saja (Persija) mendapat posisi yang terbaik di Indonesia,” pungkasnya.
Kehadiran Shin Tae-yong pun menjadi sinyal kuat bahwa Persija tengah memulai proyek baru dengan ambisi besar menggabungkan pengalaman, disiplin, dan regenerasi untuk kembali ke puncak sepak bola nasional.**