Ini Sikap PSSI Usai Justin Hubner Diserang Netizen Vietnam!
VIVASoccer – PSSI memilih tidak memperpanjang polemik yang menyeret Justin Hubner setelah Timnas Indonesia kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026.
Sekjen PSSI Yunus Nusi mengatakan federasi tidak melakukan komunikasi dengan federasi Vietnam terkait persoalan tersebut.
Sikap PSSI justru diarahkan kepada internal Timnas Indonesia dengan meminta pemain lebih berhati-hati menggunakan media sosial.
Polemik Bermula dari Unggahan Justin
Persoalan muncul setelah Justin mengunggah tulisan di Instagram Story usai kekalahan Indonesia dari Vietnam.
Dalam unggahan tersebut, Justin menyinggung pencapaian Indonesia saat menghadapi Vietnam pada Kualifikasi Piala Dunia.
Unggahan itu kemudian mendapat respons dari sejumlah pihak di Vietnam.
Justin bahkan disebut menerima ujaran kebencian dan ancaman melalui pesan di akun Instagram pribadinya pada 9 Agustus 2026.
Serangan tersebut juga disebut menyasar keluarganya, termasuk istri Justin, Jennifer Coppen, serta putri mereka.
Situasi inilah yang kemudian membuat persoalan pertandingan bergeser menjadi polemik di media sosial.
PSSI Tak Pilih Jalur Konfrontasi
Yunus Nusi menegaskan PSSI tidak mengambil posisi untuk membatasi Justin dalam persoalan tersebut.
Sekjen PSSI itu juga memastikan federasi tidak menghubungi Federasi Sepak Bola Vietnam terkait polemik yang berkembang.
“Kami tidak membatasi apa yang dilakukan oleh Justin dan kami tidak juga melakukan komunikasi dengan federasi Vietnam,” kata Yunus Nusi kepada Kompas.com, Rabu, 12 Agustus 2026.
“Biarlah itu menjadi haknya si Justin,” lanjut Yunus.
Pernyataan tersebut menunjukkan PSSI memisahkan persoalan pribadi pemain di media sosial dari hubungan antarfederasi.
Ada Pesan yang Justru Ditujukan ke Timnas
Meski tidak mengambil langkah diplomatik kepada federasi Vietnam, PSSI tetap melakukan komunikasi di lingkungan internal Timnas Indonesia.
Yunus mengaku telah berbicara dengan Ketua Badan Tim Nasional Sumardji.
Komunikasi juga dilakukan bersama pelatih dan ofisial Timnas Indonesia.
Pesannya sederhana, pemain diminta lebih bijak ketika memberikan komentar di media sosial.
Tujuannya bukan membatasi ekspresi pemain, tetapi mencegah unggahan personal berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Yunus berharap polemik tersebut tidak terus berlanjut.
“Kita juga berharap ini tidak lagi menjadi isu yang berkesinambungan,” ujar Yunus seperti dikutip Kompas.com.