Evaluasi AFF 2026: Ini Rasio Baru Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup!
VIVASoccer - Evaluasi besar-besaran melingkupi Timnas Indonesia setelah langkah Skuad Garuda terhenti di fase grup Piala AFF 2026.
Kegagalan melangkah ke semifinal menjadi alarm penting bagi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan pelatih kepala John Herdman menjelang perhelatan FIFA ASEAN Cup 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 23 September hingga 3 Oktober 2026.
Isu komposisi pemain, khususnya efektivitas serta rasio pemain naturalisasi dan diaspora, menjadi sorotan utama publik.
Namun, terkonfirmasi per 12 Agustus 2026, PSSI menegaskan bahwa fokus utama ke depan bukan membatasi pemain naturalisasi, melainkan menyusun rasio kedalaman skuad yang lebih seimbang dan adaptif.
Refleksi Piala AFF 2026: Mengapa Skuad Mewah Belum Cukup?
Pada gelaran Piala AFF 2026, Indonesia mendaftarkan 12 nama pemain naturalisasi/diaspora dari 26 pemain.
Meski secara kualitas individu dihuni nama-nama mentereng seperti Thom Haye, Ragnar Oratmangoen, hingga Mitchell Baker, Garuda gagal melaju akibat kendala chemistry, keterbatasan opsi pelapis di lini tengah, dan absensi sejumlah pilar utama yang tak dilepas klub.
Faktor Kalender Non-FIFA
Piala AFF yang berlangsung di luar kalender resmi FIFA membuat deretan pilar kunci seperti Jay Idzes (US Sassuolo), Kevin Diks (Borussia Mönchengladbach), dan Maarten Paes (Ajax Amsterdam) absen.
Hal ini memicu ketimpangan antarlini, terutama saat pilar utama mengalami kelelahan.
Pelajaran Taktis dan Ketergantungan Lini Tengah
Analisis pascaturnamen menunjukkan bahwa lini tengah sangat bergantung pada Thom Haye.
Tanpa rotasi yang sepadan, skema permainan tim mudah dibaca lawan. Hal ini mematahkan narasi simplistis bahwa kegagalan disebabkan oleh "banyaknya pemain naturalisasi", melainkan keterbatasan keutuhan komposisi tim di turnamen non-kalender FIFA.
Rasio dan Strategi Baru Skuad FIFA ASEAN Cup 2026
Memasuki agenda FIFA ASEAN Cup 2026, peta kekuatan Timnas Indonesia dipastikan berubah drastis. Karena kompetisi ini bergulir dalam kalender resmi FIFA, klub-klub Eropa diwajibkan melepas para pemain.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa Indonesia siap menurunkan skuad terbaik. Indonesia berstatus tuan rumah Premier Division dan berada di Grup A bersama Malaysia, India, dan Singapura.
Rasio skuad terbaru tidak lagi membedakan status asal-usul pemain, melainkan memprioritaskan menit bermain, kesiapan fisik, dan kecocokan taktis John Herdman. Kembalinya benteng kokoh Jay Idzes dan Kevin Diks memberi opsi taktis jauh lebih solid.