24 Pemain Timnas Indonesia Dibawa ke Singapura, Ini Pesan Herdman Untuk Suporter Indonesia!
VIVASoccer – Timnas Indonesia bertolak ke Singapura dengan membawa 24 pemain untuk menghadapi laga hidup-mati Grup A ASEAN Championship 2026, Jumat (7/8/2026).
Meski kehilangan Justin Hubner dan Marselino Ferdinan, pelatih John Herdman meminta suporter tetap percaya karena menurutnya kekalahan di fase grup bukan akhir dari peluang Garuda meraih gelar juara.
Indonesia datang ke Stadion Jalan Besar dengan tekanan besar setelah kalah 0-3 dari Vietnam pada pertandingan sebelumnya.
Hasil tersebut membuat kemenangan atas Singapura menjadi target utama agar peluang lolos ke semifinal tetap terjaga.
Alih-alih larut dalam kekecewaan, Herdman memilih membangun kembali mental tim. Ia menilai respons setelah kekalahan jauh lebih penting dibanding hasil pertandingan itu sendiri.
Herdman Ingatkan Sejarah Juara ASEAN Championship
Dalam pernyataannya yang dikutip BolaSport.com, John Herdman menegaskan para pemain sudah meninggalkan rasa frustrasi dan kini sepenuhnya fokus menghadapi Singapura.
"Kami kalah, kami belajar. Kami merasa frustrasi dan marah untuk sesaat, tetapi sekarang harus membuat tim ini kembali fokus."
Herdman juga mengajak pendukung Timnas Indonesia untuk tetap memberikan dukungan.
"Kami masih punya peluang, penggemar masih berjuang bersama kami. Kami pergi ke Singapura dengan pola pikir yang jelas bahwa kami harus memenangi pertandingan."
Pelatih asal Kanada itu kemudian mengingatkan bahwa sejarah ASEAN Championship menunjukkan kekalahan pada fase grup bukan penghalang menjadi juara.
Thailand pernah kalah dari Malaysia pada edisi 2002 sebelum mengangkat trofi. Vietnam juga memulai perjalanan juaranya pada 2008 dengan kekalahan dari Thailand.
Malaysia menjadi kampiun 2010 meski sempat dibantai Indonesia 1-5 di laga pembuka, sedangkan Singapura meraih gelar 2012 setelah lebih dulu takluk dari Indonesia pada fase grup.
Rekam jejak tersebut menjadi contoh bahwa peluang Indonesia masih terbuka selama mampu bangkit pada pertandingan-pertandingan berikutnya.
Mental Jadi Evaluasi Terbesar
Selain pembenahan taktik, kondisi psikologis pemain menjadi perhatian utama tim pelatih setelah kekalahan dari Vietnam.
Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, mengungkapkan evaluasi terbesar dilakukan pada aspek mental. Dalam program Sapa Indonesia Malam di Kompas TV, ia mengatakan para pemain kurang cepat merespons perubahan situasi pertandingan saat menghadapi Vietnam.