Piala Presiden 2026 Izinkan Rotasi 12 Pemain, Pelatih Lebih Leluasa
VIVASoccer – Piala Presiden 2026 memberikan keleluasaan kepada setiap pelatih untuk melakukan rotasi pemain selama pertandingan.
Kebijakan tersebut menjadi salah satu upaya untuk membantu klub menjaga kondisi fisik pemain di tengah jadwal pertandingan yang cukup padat.
Panitia pelaksana memberikan kesempatan kepada setiap tim untuk melakukan pergantian hingga 12 pemain dalam satu pertandingan dengan durasi normal 2x45 menit.
Aturan tersebut berlaku sejak fase penyisihan dan memberikan ruang lebih luas bagi pelatih untuk mengatur komposisi skuad.
Pelatih Bisa Rotasi hingga 12 Pemain
Wakil Ketua Pelaksana Piala Presiden 2026 Bidang Kompetisi, Risha Adi Widjaja, menjelaskan bahwa aturan tersebut dibuat agar pelatih memiliki fleksibilitas dalam mengelola pemain.
Menurutnya, Piala Presiden merupakan turnamen pramusim yang salah satu tujuannya memberikan jam terbang kepada pemain.
Karena itu, klub diberikan kebebasan untuk menentukan pola pergantian sesuai kebutuhan taktik maupun kondisi fisik pemain.
Total pergantian yang diperbolehkan mencapai 12 pemain dalam satu pertandingan.
Menariknya, pergantian tersebut tidak harus mengikuti satu pola tertentu.
Pelatih dapat menggunakan berbagai kombinasi selama jumlah total pergantian tidak melebihi batas yang telah ditentukan.
Salah satu contohnya adalah pola 4-4-4.
Dalam skema tersebut, pelatih dapat mengganti empat pemain pada babak pertama, empat pemain pada babak kedua, kemudian empat pemain tambahan.
Ada pula pola 7-5 dengan tujuh pergantian pada babak pertama dan lima pemain pada babak kedua.
Pelatih juga dapat menerapkan pola 8-4 dengan delapan pemain diganti pada babak pertama dan empat pemain pada babak kedua.
Aturan Dibuat untuk Jaga Kebugaran
Fleksibilitas pergantian pemain menjadi semakin penting karena Piala Presiden 2026 memiliki jadwal yang cukup padat.
Jeda pertandingan yang singkat membuat kondisi fisik pemain menjadi salah satu perhatian utama setiap klub.
Dengan opsi rotasi hingga 12 pemain, pelatih dapat mengurangi beban bermain pemain utama sekaligus memberikan kesempatan kepada pemain lain.
Kebijakan tersebut juga bisa membantu klub mengantisipasi risiko cedera akibat kelelahan.
Selain aspek kebugaran, aturan ini memberikan kesempatan kepada pelatih untuk melihat kemampuan seluruh pemain yang tersedia.