Kalah dari Persib, Pratama Arhan Sebut Persija Butuh Waktu
VIVASoccer – Persija Jakarta harus mengakhiri perjalanan di Piala Presiden 2026 setelah kalah 1-2 dari Persib Bandung pada semifinal di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8/2026).
Kekalahan tersebut membuat Macan Kemayoran gagal melangkah ke partai puncak.
Namun, Pratama Arhan menilai hasil itu tidak lepas dari proses adaptasi tim yang masih membutuhkan waktu.
Bek Persija tersebut menyebut skuad asuhan Shin Tae-yong masih dalam tahap membangun chemistry dan memahami permainan yang diinginkan pelatih.
Pratama Arhan Sebut Persija Masih Butuh Waktu
Pratama Arhan menilai Persija belum sepenuhnya mencapai performa terbaik karena para pemain masih berproses untuk beradaptasi.
Situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Persija yang memiliki sejumlah pemain baru dan harus menyesuaikan diri dengan pendekatan Shin Tae-yong.
Menurut Arhan, waktu menjadi salah satu faktor penting dalam proses tersebut.
Para pemain membutuhkan kesempatan untuk memahami karakter permainan rekan setim sekaligus menerapkan instruksi pelatih secara lebih konsisten.
Kondisi itu terlihat ketika Persija menghadapi Persib.
Macan Kemayoran tertinggal dua gol pada babak pertama setelah Uilliam Barros dan Balsa Sekulic mencetak gol untuk Maung Bandung.
Persija baru mampu memperkecil ketertinggalan melalui Kwon Chang-hoon pada menit ke-86.
Namun, gol tersebut tidak cukup untuk menghindarkan Persija dari kekalahan.
Arhan menganggap pertandingan tersebut sebagai pelajaran penting bagi tim sebelum menghadapi kompetisi resmi.
Persija Fokus Berbenah Sebelum Kompetisi Resmi
Kegagalan melaju ke final Piala Presiden 2026 tidak membuat Pratama Arhan kehilangan optimisme.
Ia menilai Persija masih memiliki waktu untuk melakukan pembenahan sebelum kompetisi resmi dimulai.
Arhan juga menyampaikan bahwa Persija akan berusaha semaksimal mungkin agar tim segera berkembang dan mampu menunjukkan performa yang lebih baik.
Proses adaptasi menjadi pekerjaan rumah penting bagi skuad Macan Kemayoran.
Para pemain harus semakin memahami pola permainan yang diterapkan Shin Tae-yong agar koordinasi antarlini dapat berjalan lebih baik.
Selain itu, Persija perlu meningkatkan konsistensi permainan sejak menit awal.
Kekalahan dari Persib menunjukkan bahwa tertinggal dua gol pada babak pertama membuat tugas mengejar hasil menjadi jauh lebih berat.