Tanpa Mauro Zijlstra, Siapa yang Bakal Target Man Baru Timnas Indonesia?
VIVASoccer – Cedera hamstring yang membuat Mauro Zijlstra dipastikan absen dalam sebagian pertandingan Piala AFF 2026 bukan hanya mengurangi pilihan pemain di lini depan Timnas Indonesia.
Absennya penyerang naturalisasi berusia 21 tahun itu juga berpotensi memengaruhi pendekatan permainan yang sedang dibangun pelatih John Herdman selama pemusatan latihan di Bali.
Dalam keterangannya yang dikutip dari Sumbawanews, Herdman memastikan keputusan tidak membawa Mauro pada sebagian pertandingan diambil setelah mempertimbangkan hasil pemeriksaan tim medis.
Menurutnya, kesehatan pemain menjadi prioritas agar proses pemulihan berjalan maksimal dan karier jangka panjang sang striker tetap terjaga.
Keputusan tersebut membuat Timnas Indonesia kehilangan salah satu penyerang dengan karakter yang berbeda dibanding kandidat lain di skuad Garuda.
Timnas Indonesia Kehilangan Sosok Target Man
Selama ini Mauro Zijlstra dikenal sebagai penyerang bertipe target man.
Karakter tersebut identik dengan kemampuan menahan bola di area pertahanan lawan, memenangi duel udara, menjadi pemantul bola bagi rekan setim, sekaligus menjadi sasaran umpan silang maupun umpan langsung dari lini belakang.
Karakter seperti itu memiliki fungsi penting ketika sebuah tim menghadapi lawan yang bertahan rapat.
Kehadiran target man memungkinkan serangan tidak hanya dibangun melalui kombinasi umpan pendek, tetapi juga lewat bola-bola langsung untuk membuka ruang.
Karena itu, absennya Mauro bukan sekadar mengurangi jumlah penyerang, melainkan menghilangkan salah satu variasi permainan yang dapat dimanfaatkan Timnas Indonesia pada situasi tertentu.
Herdman Punya Sejumlah Opsi
Meski kehilangan Mauro, Herdman masih memiliki beberapa alternatif di lini depan.
Jens Raven menjadi pemain yang peluangnya meningkat setelah sang pelatih mengaku sudah lebih mengenal kualitas penyerang tersebut selama proses pemusatan latihan.
Selain Raven, terdapat Hokky Caraka, Mitchell Baker, dan Eksel Runtukahu yang masih bersaing memperebutkan tempat di skuad akhir.
Namun, masing-masing pemain memiliki karakteristik berbeda.
Raven dikenal mampu bergerak aktif mencari ruang dan menekan pertahanan lawan, sedangkan Hokky Caraka lebih sering beroperasi dengan mobilitas tinggi untuk membuka celah di kotak penalti.
Mitchell Baker dan Eksel Runtukahu juga menawarkan opsi berbeda sesuai kebutuhan pertandingan.