Timnas Indonesia Masih Kekurangan di Tiga Posisi Ini, Naturalisasi Bisa Jadi Jawabannya
VIVASoccer – Timnas Indonesia kembali menambah kekuatan setelah Luke Anthony Vickery dan Mitchell Lee Baker resmi menyandang status Warga Negara Indonesia (WNI). Meski demikian, rampungnya proses naturalisasi kedua pemain tersebut belum menutup proyek penguatan skuad Garuda. Justru, masih ada sejumlah posisi yang dinilai membutuhkan tambahan kualitas untuk membuat Timnas Indonesia semakin kompetitif menghadapi turnamen internasional dalam beberapa tahun ke depan.
Naturalisasi menjadi salah satu strategi yang terus dimanfaatkan PSSI untuk meningkatkan kualitas Timnas Indonesia. Namun, arah kebijakan tersebut kini tidak lagi sekadar menambah jumlah pemain diaspora, melainkan mengisi posisi-posisi yang masih membutuhkan kedalaman skuad dan persaingan sehat di bawah arahan pelatih John Herdman.
Keberhasilan menghadirkan pemain keturunan dalam beberapa tahun terakhir membuat wajah Timnas Indonesia berubah signifikan. Kehadiran nama-nama seperti Ragnar Oratmangoen, Ivar Jenner, hingga kini Luke Vickery dan Mitchell Baker memberikan lebih banyak opsi dalam menyusun komposisi tim. Meski begitu, kebutuhan di beberapa sektor masih menjadi perhatian jika Garuda ingin terus bersaing di level Asia.
Bek Tengah Masih Membutuhkan Tambahan Pengalaman
Lini belakang menjadi salah satu sektor yang masih berpotensi diperkuat melalui jalur naturalisasi. Timnas Indonesia memang telah memiliki sejumlah bek berkualitas, tetapi persaingan di level Asia menuntut kedalaman skuad yang lebih merata.
Salah satu nama yang cukup sering dikaitkan dengan Timnas Indonesia adalah Jenson Seelt. Bek bertinggi badan 192 sentimeter itu memiliki darah Indonesia dari Ambon dan kini berkarier di Jerman bersama VfL Wolfsburg dengan status pinjaman dari Sunderland.
Karakter Seelt yang kuat dalam duel udara, memiliki postur ideal, dan terbiasa menghadapi permainan fisik di kompetisi Eropa dinilai dapat menjadi nilai tambah apabila suatu saat bergabung dengan Timnas Indonesia. Selain itu, nama Pascal Struijk, bek yang memiliki garis keturunan Surabaya dan pernah bermain di Premier League bersama Leeds United, juga masih menjadi pembicaraan publik meski belum ada proses resmi yang diumumkan.
Kehadiran pemain bertahan dengan pengalaman di liga elite Eropa tentu dapat meningkatkan kualitas persaingan di lini belakang Timnas Indonesia, terutama saat menghadapi lawan-lawan yang mengandalkan kekuatan fisik dan bola mati.