Comeback Spektakuler Argentina ke Final Piala Dunia 2026, Inggris Tumbang Meski Sempat Unggul
VIVASoccer – Timnas Argentina memastikan tempat di final Piala Dunia 2026 setelah bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Inggris dengan skor 2-1 di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Rabu waktu setempat. Lionel Messi kembali menjadi sosok penentu dengan mencatatkan dua assist dalam tujuh menit terakhir pertandingan, membantu Enzo Fernández menyamakan kedudukan sebelum Lautaro Martínez mencetak gol kemenangan pada masa injury time.
Kemenangan ini mengantar skuad asuhan Lionel Scaloni menghadapi Spanyol di partai final Piala Dunia 2026 pada 19 Juli. Bagi Inggris, kekalahan tersebut kembali memperpanjang penantian mereka untuk mengakhiri dahaga gelar dunia setelah sempat berada di ambang kemenangan.
Messi Tak Perlu Banyak Sentuhan untuk Mengubah Laga
Babak pertama berlangsung keras dan minim peluang. Berdasarkan statistik pertandingan yang dirangkum Sports Illustrated mengacu pada data FotMob, kedua tim bahkan gagal melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang 45 menit pertama. Pertandingan lebih banyak diwarnai duel fisik dengan total 26 pelanggaran.
Inggris akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-55 melalui Anthony Gordon. Penyerang sayap tersebut menyelesaikan umpan akurat Morgan Rogers di tiang jauh dan membawa The Three Lions unggul 1-0.
Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama. Saat laga memasuki lima menit terakhir, Argentina menunjukkan mental juara yang selama ini menjadi ciri mereka sepanjang fase gugur.
Enzo Fernández mencetak gol penyama kedudukan lewat tendangan keras dari luar kotak penalti pada menit ke-85. Setelah itu, Lionel Messi kembali menunjukkan kualitasnya dengan mengirim umpan silang presisi yang disambut sundulan Lautaro Martínez pada masa tambahan waktu untuk memastikan kemenangan Argentina.
Argentina Menang Berkat Mental dan Dominasi Permainan
Meski sempat tertinggal, statistik pertandingan menunjukkan Argentina memang tampil lebih dominan dibanding Inggris.
La Albiceleste menguasai 64 persen penguasaan bola, menciptakan 15 tembakan dengan expected goals (xG) mencapai 1,84. Sebaliknya, Inggris hanya mampu menghasilkan lima percobaan dengan xG sebesar 0,53.
Argentina juga memperoleh enam tendangan sudut, sementara Inggris hanya satu. Akurasi operan tim asuhan Lionel Scaloni mencapai 91 persen, memperlihatkan kontrol permainan yang meningkat setelah mereka tertinggal.