Didier Deschamps Beberkan Penyebab Prancis Gagal ke Final Piala Dunia 2026 Usai Dikalahkan Spanyol

Didier Deschamp
Sumber :
  • Pinterest

VIVASoccer – Timnas Prancis harus mengubur mimpi tampil di final Piala Dunia 2026 setelah kalah 0-2 dari Spanyol pada semifinal, Selasa waktu setempat. Pelatih Didier Deschamps mengakui Les Bleus memang pantas tersingkir karena kalah dalam kualitas permainan dan melakukan terlalu banyak kesalahan teknis sepanjang pertandingan.

img_title Media Vietnam Bongkar Ketakutan Kim Sang-sik Jelang FIFA ASEAN Cup 2026

Gol Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro memastikan langkah juara Eropa itu menuju partai puncak. Sementara itu, Prancis harus puas menjalani perebutan tempat ketiga, sekaligus mengakhiri harapan tampil di final Piala Dunia untuk ketiga edisi secara beruntun.

Deschamps Tak Cari Alasan

img_title Vietnam Pasang Kuda-Kuda! Timnas Indonesia Turunkan Skuad Terbaik di FIFA

Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Didier Deschamps mengaku para pemainnya sangat terpukul. Namun, ia menegaskan kekalahan tersebut bukan disebabkan faktor keberuntungan, melainkan karena Spanyol memang tampil lebih baik.

"Kami semua sangat kecewa, tetapi kami harus objektif. Secara teknis kami berada di bawah mereka. Itu kesalahan kami sendiri," ujar Deschamps dalam konferensi pers resmi seusai laga.

img_title India Resmi Keluar, Apa Dampaknya bagi Peluang Timnas Indonesia?

Pelatih yang membawa Prancis juara Piala Dunia 2018 itu juga menilai timnya gagal memanfaatkan sejumlah momen penting akibat umpan-umpan yang kurang akurat serta keputusan yang tidak efektif di sepertiga akhir lapangan.

Menurut Deschamps, Spanyol menunjukkan kualitas yang lebih tinggi dalam mengendalikan permainan, memutus alur serangan lawan, serta memanfaatkan peluang secara maksimal.

Statistik Tunjukkan Dominasi Spanyol

Data pertandingan memperlihatkan betapa efektifnya Spanyol. Mereka melepaskan 10 tembakan dan mampu mencetak dua gol dari dua tembakan tepat sasaran.

Sebaliknya, Prancis menghasilkan 10 percobaan, tetapi hanya tiga yang mengarah ke gawang. Nilai expected goals (xG) Les Bleus juga hanya mencapai 0,3, menunjukkan minimnya peluang berbahaya yang berhasil mereka ciptakan sepanjang laga.

Masalah lain terlihat sejak babak pertama. Prancis kembali gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran pada 45 menit pertama. Di Piala Dunia 2026, situasi serupa juga terjadi saat menghadapi Paraguay dan Senegal.

Catatan itu menjadi perhatian karena sejak data Piala Dunia terdokumentasi pada 1966, Prancis sebelumnya hanya empat kali mengalami kondisi serupa dalam 59 pertandingan. Artinya, penurunan efektivitas serangan kali ini tergolong tidak biasa bagi Les Bleus.

Halaman Selanjutnya
img_title