Piala Dunia 2026 Punya 3 Kutukan Besar, Satu Sudah Terjadi Usai Spanyol Bungkam Prancis

timnas spanyol
Sumber :
  • Pinterest

VIVASoccer – Spanyol memastikan tempat di final Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Prancis 2-0 pada laga semifinal di Dallas Stadium, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB. Gol Mikel Oyarzabal melalui penalti dan Pedro Porro membawa La Roja selangkah lagi menuju gelar juara dunia kedua dalam sejarah mereka.

img_title Garansi FIFA! Klub Eropa Wajib Lepas Pemain Naturalisasi ke Timnas

Kemenangan tersebut juga kembali memunculkan tiga "kutukan" yang kerap menjadi perbincangan sepanjang sejarah Piala Dunia. Salah satunya sudah menjadi kenyataan setelah tersingkirnya Prancis yang diperkuat pemegang Ballon d'Or, Ousmane Dembele. Sejak penghargaan Ballon d'Or diberikan, belum pernah ada pemain yang menyandang gelar tersebut mampu mengangkat trofi Piala Dunia pada edisi yang sama.

Kutukan Ballon d'Or Kembali Berlanjut

img_title Ini Deretan Kabar Baik Timnas Indonesia Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Pertanda Juara Sangat Kuat!

Dembele datang ke Piala Dunia 2026 dengan status pemain terbaik dunia setelah musim gemilang bersama Paris Saint-Germain. Namun, langkah Prancis terhenti di semifinal sehingga rekor unik itu kembali bertahan.

Fenomena tersebut memang lebih merupakan catatan statistik dibanding aturan mutlak. Meski begitu, sejarah menunjukkan banyak peraih Ballon d'Or gagal menuntaskan turnamen Piala Dunia dengan status juara, sehingga kutukan itu kembali menjadi bahan pembahasan usai semifinal.

img_title Bukan Seperti Piala AFF, FIFA ASEAN Cup Bawa Keuntungan Ini!

Spanyol kini tinggal menunggu pemenang duel Inggris kontra Argentina yang akan menjadi lawan mereka di partai final.

Inggris dan Argentina Masih Dibayangi Rekor Unik

Dua semifinalis lainnya juga membawa catatan sejarah yang menarik.

Inggris ditangani pelatih asal Jerman, Thomas Tuchel. Hingga kini belum ada tim yang mampu menjadi juara Piala Dunia dengan pelatih berkewarganegaraan asing. Seluruh kampiun sejak edisi perdana 1930 selalu dilatih pelatih dari negara yang sama.

Sementara itu, Argentina datang sebagai penghuni peringkat pertama ranking FIFA setelah naik ke posisi puncak menjelang turnamen. Sejarah menunjukkan tim yang memasuki Piala Dunia sebagai peringkat satu dunia justru sering gagal menjadi juara. Fakta tersebut membuat Tim Tango ikut dibayangi rekor yang belum berhasil dipatahkan.

Penalti Oyarzabal Jadi Titik Balik

Pertandingan berlangsung terbuka sejak menit awal. Spanyol memperoleh momentum pada menit ke-22 ketika Lamine Yamal dijatuhkan Lucas Digne di dalam kotak penalti. Setelah tinjauan VAR tidak mengubah keputusan wasit Ivan Barton, Mikel Oyarzabal sukses menjalankan tugas sebagai eksekutor untuk membawa Spanyol unggul 1-0.

Halaman Selanjutnya
img_title