Naturalisasi Luke Vickery Masuk Tahap Akhir, Sumpah Digelar di Sydney
VIVASoccer – Proses naturalisasi Luke Vickery memasuki tahap akhir. Penyerang muda yang kini memperkuat Macarthur FC itu dijadwalkan menjalani prosesi pengambilan sumpah sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) di Sydney, Australia, pada Kamis (16/7/2026).
Berbeda dengan Mitchell Baker yang telah lebih dahulu mengucapkan sumpah WNI di Jakarta, Luke akan menyelesaikan proses naturalisasinya di Australia karena masih berada di sana untuk menjalani aktivitas bersama klubnya di kompetisi A-League.
Pengambilan Sumpah Digelar di Sydney
Informasi mengenai jadwal pengambilan sumpah Luke Vickery disampaikan oleh Staf Khusus Menteri Hukum, Noor Korompot.
"Rencana pengambilan sumpah Luke Vickery di Sydney, Australia, pada 16 Juli 2026," ujar Noor Korompot, Selasa (14/7/2026).
Prosesi tersebut menjadi tahapan terakhir sebelum Luke resmi menyandang status sebagai Warga Negara Indonesia.
Sebelumnya, proses naturalisasi Luke berjalan bersamaan dengan Mitchell Baker yang kini telah lebih dulu resmi menjadi bagian dari keluarga besar sepak bola Indonesia.
Kasus Luke Vickery Memunculkan Pertanyaan, Mengapa Piala AFF Tak Masuk Kalender FIFA?
Peluang Tampil di Piala AFF Masih Tipis
Meski akan segera menjadi WNI, peluang Luke Vickery untuk memperkuat Timnas Indonesia pada Piala AFF 2026 diperkirakan masih sangat kecil.
Penyerang berusia 20 tahun itu tidak masuk dalam daftar 50 pemain yang dipanggil pelatih John Herdman untuk mengikuti pemusatan latihan sebagai persiapan menghadapi turnamen Asia Tenggara tersebut.
Selain itu, status Piala AFF yang tidak masuk dalam kalender resmi FIFA membuat klub tidak memiliki kewajiban melepas pemainnya ke tim nasional.
Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang berpotensi membuat Luke belum bisa menjalani debut bersama skuad Garuda dalam waktu dekat.
Diproyeksikan untuk Masa Depan Timnas
Meski kemungkinan absen di Piala AFF 2026, proses naturalisasi Luke Vickery tetap menjadi bagian dari langkah jangka panjang PSSI dalam memperkuat Timnas Indonesia.
Dengan usia yang masih muda serta pengalaman bermain di kompetisi Australia, Luke dinilai memiliki potensi untuk menjadi salah satu opsi di lini depan Garuda pada berbagai agenda internasional mendatang.
Setelah resmi menjadi WNI, Luke berpeluang dipanggil pada turnamen yang masuk dalam kalender FIFA apabila seluruh proses administrasi dan perpindahan federasi telah rampung.