Timnas Indonesia Dinilai Siap Bersaing di AFF, Tak Harus Andalkan Diaspora Juga Sudah Unggul!
VIVASoccer – Timnas Indonesia dinilai memiliki kualitas yang cukup untuk mengejar gelar juara Piala AFF 2026 meski tidak diperkuat mayoritas pemain diaspora yang berkarier di Eropa. Kualitas pemain-pemain Liga 1 disebut sudah mampu menjadi fondasi skuad Garuda untuk mengakhiri penantian panjang meraih trofi paling bergengsi di Asia Tenggara.
Pandangan tersebut muncul setelah pelatih Timnas Indonesia mengumumkan daftar 50 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan sebagai persiapan menghadapi Piala AFF 2026. Mayoritas pemain yang dipanggil berasal dari kompetisi domestik karena turnamen ini tidak masuk agenda resmi FIFA, sehingga klub luar negeri tidak berkewajiban melepas pemainnya.
Kualitas Liga 1 Dinilai Sudah Meningkat
Pengamat sepak bola Kesit Budi Handoyo menilai tidak ada alasan meragukan kemampuan pemain yang tampil di Liga 1. Menurutnya, Indonesia masih memiliki banyak pemain berkualitas di hampir semua lini yang mampu bersaing di level Asia Tenggara.
Dalam podcast Locker Room, ia mencontohkan sejumlah nama seperti Rizky Ridho, Jordi Amat, Sandy Walsh hingga Ragnar Oratmangoen yang tetap bisa menjadi tulang punggung tim apabila tersedia. Di luar itu, pemain-pemain terbaik Liga 1 juga dinilai memiliki kualitas yang cukup untuk mengisi kekosongan.
"Kalau bicara AFF, sebetulnya dengan skuad yang ada di Liga 1 saja sudah cukup," ujar Kesit dalam diskusi tersebut.
Penilaian itu bukan tanpa alasan. Dalam beberapa musim terakhir, kualitas kompetisi domestik meningkat dengan hadirnya pemain asing yang lebih kompetitif, peningkatan fasilitas klub, hingga semakin banyak pemain muda yang mendapat kesempatan bermain reguler.
AFF Bukan Kalender FIFA
Salah satu faktor yang membuat komposisi Timnas Indonesia berbeda dibanding Kualifikasi Piala Dunia atau Piala Asia adalah status Piala AFF.
Turnamen antarnegara Asia Tenggara tersebut tidak termasuk dalam FIFA Match Window. Artinya, klub memiliki hak untuk menolak melepas pemain yang sedang berkompetisi di liga masing-masing.
Kondisi inilah yang membuat pelatih Timnas Indonesia harus lebih banyak mengandalkan pemain yang tampil di kompetisi domestik.
Situasi tersebut juga menjadi alasan mengapa sejumlah pemain diaspora berpotensi absen apabila klub mereka masih menjalani pramusim atau kompetisi reguler.