Argentina Tantang Inggris, Adu Strategi Dua Juara Dunia Berebut Tiket Final 2026

Argentina dan Inggris sama-sama lolos lewat extra time. Analisis duel taktik, pemain kunci, dan peluang kedua tim menuju final Piala Dunia 2026.
Sumber :
  • Pinterest

VIVA Soccer – Semifinal Piala Dunia 2026 menghadirkan salah satu pertandingan paling dinanti. Timnas Argentina akan menghadapi Inggris setelah kedua tim sama-sama melewati laga dramatis di babak perempat final. Meski sama-sama menang lewat babak tambahan, cara kedua tim meraih kemenangan menunjukkan karakter permainan yang berbeda dan membuka peluang duel taktik yang menarik.

img_title Inter Miami Dikaitkan dengan Neymar, Reuni MSN di Depan Mata?

Argentina memastikan tiket ke empat besar usai mengalahkan Swiss 3-1 di Arrowhead Stadium. Sementara itu, Inggris bangkit dari ketertinggalan untuk menundukkan Norwegia 2-1 melalui babak extra time berkat dua gol Jude Bellingham. Hasil tersebut membuat semifinal nanti bukan hanya menjadi duel dua tim besar, tetapi juga adu strategi antara Lionel Scaloni dan Thomas Tuchel.

Argentina Masih Sulit Menembus Pertahanan Rapat

img_title Hasil Sprint MotoGP Inggris 2026: Martin Juara, Marc Marquez Finis ke-9

Kemenangan Argentina atas Swiss tidak diraih dengan mudah. La Albiceleste memang langsung unggul melalui sundulan Alexis Mac Allister pada menit ke-10 setelah memanfaatkan sepak pojok Lionel Messi.

Namun setelah gol tersebut, permainan Argentina mulai kehilangan ritme. Swiss tampil disiplin dengan menerapkan blok pertahanan rendah yang membuat Messi, Julian Alvarez, hingga Enzo Fernandez kesulitan menemukan ruang di area berbahaya.

img_title Tijjani Reijnders Jadi Rebutan, Man City Ogah Lepas Murah

Penguasaan bola memang masih didominasi Argentina, tetapi peluang bersih yang berhasil diciptakan tidak sebanyak pertandingan-pertandingan sebelumnya. Bahkan Swiss mampu menyamakan kedudukan melalui Dan Ndoye sebelum akhirnya kehilangan Breel Embolo yang mendapat kartu kuning kedua akibat diving.

Meski bermain melawan 10 orang selama hampir 50 menit, Argentina tetap membutuhkan babak tambahan untuk memastikan kemenangan. Gol spektakuler Julian Alvarez dari luar kotak penalti dan penyelesaian Lautaro Martinez menjadi pembeda saat stamina pemain Swiss mulai menurun.

Pertandingan tersebut memperlihatkan bahwa Argentina masih kesulitan menghadapi tim yang memilih bertahan rapat. Kreativitas lini tengah belum selalu mampu diterjemahkan menjadi peluang berbahaya ketika ruang bermain dipersempit.

Inggris Datang dengan Momentum Kebangkitan

Berbeda dengan Argentina, Inggris justru menunjukkan mental kuat ketika menghadapi Norwegia.

Tim asuhan Thomas Tuchel sempat tertinggal lebih dulu akibat gol Andreas Schjelderup. Bahkan sepanjang babak pertama mereka beberapa kali berada di bawah tekanan serangan Norwegia yang mengandalkan Erling Haaland sebagai ujung tombak.

Halaman Selanjutnya
img_title