Piala Dunia 2026 Kembali Diwarnai Kontroversi Wasit, Norwegia Protes

Alfie Haaland
Sumber :
  • Pinterest

VIVASoccer – Timnas Inggris memastikan langkah ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Norwegia 2-1 melalui babak perpanjangan waktu. Namun, hasil tersebut langsung memicu perdebatan karena sejumlah keputusan wasit Clément Turpin dinilai menguntungkan The Three Lions dan menjadi sorotan sepanjang pertandingan.

img_title Persib Bebas dari FIFA Registration Ban, Sanksi Resmi Dicabut Permanen

Alih-alih membahas performa gemilang Jude Bellingham yang mencetak dua gol, perhatian publik justru tertuju pada kepemimpinan wasit asal Prancis tersebut. Setidaknya ada tiga insiden yang diprotes kubu Norwegia dan memunculkan kembali perdebatan mengenai efektivitas VAR serta konsistensi penerapan Laws of the Game di Piala Dunia 2026.

Tiga Keputusan yang Memicu Polemik

img_title FIFA ASEAN Cup 2026 Dimulai Kapan? Ini Jadwal Timnas Indonesia

Kontroversi pertama terjadi pada proses gol penyama kedudukan Inggris. Sejumlah tayangan memperlihatkan bola diduga menyentuh kabel kamera (spider cam) sebelum akhirnya mengarah ke situasi yang berujung gol Jude Bellingham.

Menurut regulasi IFAB, apabila bola benar-benar mengenai objek luar seperti kabel kamera, pertandingan seharusnya dihentikan dan dilanjutkan dengan dropped ball. Namun wasit tetap membiarkan permainan berlangsung sehingga gol Inggris disahkan.

img_title Bongkar Skuad! Langkah Konkret Herdman Sambut FIFA ASEAN Cup 2026

FIFA kemudian merilis data dari teknologi Connected Ball yang digunakan sepanjang turnamen. Berdasarkan sensor di dalam bola, tidak ditemukan adanya kontak dengan kabel sehingga keputusan wasit dinyatakan benar. Meski demikian, penjelasan tersebut belum sepenuhnya menghilangkan keraguan dari kubu Norwegia maupun sejumlah pengamat.

Kontroversi kedua muncul pada penghujung laga ketika Norwegia mencetak gol dari situasi sepak pojok. Setelah mendapat masukan VAR, Clément Turpin membatalkan gol tersebut karena menilai Erling Haaland melakukan pelanggaran sebelum bola kembali dimainkan sehingga tendangan sudut harus diulang. Keputusan ini memicu protes keras dari para pemain Norwegia.

Belum reda perdebatan tersebut, Norwegia kembali merasa dirugikan ketika salah satu pemainnya terjatuh akibat kontak di kotak penalti saat berusaha menyambut bola muntah dari mistar gawang. Wasit tidak menganggap insiden itu sebagai pelanggaran dan VAR juga tidak melakukan peninjauan ulang.

VAR Membantu, Tetapi Tidak Menghilangkan Perdebatan

Kasus Inggris kontra Norwegia kembali menunjukkan bahwa kehadiran VAR tidak otomatis menghapus kontroversi dalam sepak bola. Teknologi hanya membantu memberikan bukti visual maupun data kepada wasit, sedangkan keputusan akhir tetap berada di tangan pengadil lapangan.

Halaman Selanjutnya
img_title