Bukan Hanya Kekalahan, FIFA Ungkap Pelanggaran Dua Official Tim AS
- Youtube
VIVA Soccer – FIFA melarang sedikitnya dua official Tim Nasional Amerika Serikat menghadiri laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Belgia. Sanksi tersebut menjadi salah satu kontroversi yang mengiringi kekalahan telak USMNT dengan skor 1-4 sekaligus mengakhiri langkah mereka di turnamen.
Dua sosok yang tidak diizinkan berada di stadion adalah manajer tim Sam Zapatka dan Wakil Presiden Keamanan U.S. Soccer Frank Pannell. Meski FIFA belum mengeluarkan penjelasan resmi secara terbuka, berbagai laporan menyebut hukuman itu berkaitan dengan dugaan pelanggaran protokol pertandingan saat Amerika Serikat menghadapi Bosnia dan Herzegovina pada babak 32 besar.
Kasus ini menambah daftar polemik yang melibatkan tim tuan rumah sepanjang Piala Dunia 2026. Sebelum menghadapi Belgia, perhatian publik lebih dulu tertuju pada keputusan FIFA yang membatalkan hukuman kartu merah penyerang Folarin Balogun sehingga ia tetap dapat tampil pada laga fase gugur.
Dugaan Pelanggaran Protokol FIFA
Menurut laporan ESPN yang dikutip sejumlah media internasional, Zapatka dan Pannell diduga melanggar aturan mengenai akses ke area-area terbatas di sekitar pertandingan. Pelanggaran tersebut disebut berkaitan dengan protokol operasional FIFA, bukan karena insiden kekerasan ataupun konflik fisik.
Federasi Sepak Bola Amerika Serikat (U.S. Soccer) juga memastikan sanksi terhadap kedua ofisial tersebut tidak berhubungan dengan kontroversi kartu merah Balogun yang sempat memicu perdebatan luas.
Sam Zapatka sendiri bukan sosok baru di lingkungan USMNT. Ia bergabung dengan U.S. Soccer sejak 2015 dan dipercaya menjadi manajer tim utama pada awal 2020.
Selama Piala Dunia 2026, ia selalu mendampingi tim dari pinggir lapangan hingga akhirnya harus absen pada pertandingan melawan Belgia.
Sementara itu, Frank Pannell memiliki pengalaman panjang di bidang keamanan setelah pernah bertugas di Secret Service dan CIA sebelum bergabung dengan federasi sepak bola Amerika Serikat.
Kontroversi Balogun Perbesar Sorotan
Situasi menjadi semakin rumit karena sehari sebelum pertandingan, FIFA memutuskan membatalkan hukuman kartu merah Folarin Balogun. Keputusan tersebut memungkinkan striker Arsenal itu tetap bermain pada babak 16 besar.
Keputusan tersebut menuai kritik dari sejumlah pihak, termasuk kubu Belgia, karena muncul setelah beredar laporan mengenai komunikasi antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino.