Norwegia vs Inggris Malam Ini: Duel Haaland dan Kane Tentukan Sejarah Baru
VIVA Soccer – Timnas Inggris akan menghadapi tantangan besar ketika berjumpa Norwegia pada babak perempat final Piala Dunia 2026 di Hard Rock Stadium, Miami. Pertandingan yang berlangsung Sabtu waktu setempat ini menjadi perebutan satu tiket menuju semifinal, sekaligus mempertemukan dua tim yang sama-sama datang dengan kepercayaan diri tinggi usai menyingkirkan lawan tangguh di babak 16 besar.
Inggris melangkah ke delapan besar setelah menumbangkan Meksiko dalam pertandingan yang disebut sebagai salah satu penampilan terbaik mereka di era pelatih Thomas Tuchel. Sementara itu, Norwegia mencetak sejarah dengan lolos ke perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya setelah menyingkirkan Brasil, juara dunia lima kali.
Haaland Jadi Ancaman Terbesar Inggris
Laga ini akan menghadirkan duel dua mesin gol terbaik Eropa. Erling Haaland menjadi tumpuan utama Norwegia, sedangkan Inggris kembali mengandalkan ketajaman Harry Kane.
Namun, ancaman Norwegia tidak hanya datang dari Haaland. Kapten Martin Odegaard berperan sebagai pengatur serangan, didukung Sander Berge dan Patrick Berg yang menjaga keseimbangan lini tengah. Di sektor sayap, Antonio Nusa serta Alexander Sorloth memiliki kecepatan untuk memanfaatkan ruang saat melakukan transisi.
Sepanjang turnamen, Norwegia tampil sebagai salah satu tim paling agresif. Mereka berhasil keluar dari grup yang juga dihuni Prancis sebelum menyingkirkan Pantai Gading dan Brasil. Catatan tersebut menunjukkan bahwa status "kuda hitam" bukan lagi sekadar predikat, melainkan ancaman nyata bagi setiap lawan.
Meski demikian, salah satu kelemahan Norwegia masih terlihat saat kehilangan bola. Garis pertahanan mereka beberapa kali dapat ditembus lewat serangan balik cepat, sesuatu yang berpotensi dimanfaatkan Inggris.
Inggris Andalkan Kombinasi Kane dan Bellingham
Inggris datang dengan modal positif setelah performanya meningkat pada fase gugur. Harry Kane dan Jude Bellingham menjadi motor permainan The Three Lions.
Kane telah menunjukkan ketajamannya sejak babak sebelumnya, sementara Bellingham terus menjadi pemain yang mampu menghubungkan lini tengah dengan lini depan. Kolaborasi keduanya menjadi senjata utama Inggris dalam membongkar pertahanan lawan.
Di bawah Thomas Tuchel, Inggris juga mulai menunjukkan karakter berbeda dibanding era Gareth Southgate. Permainan mereka lebih berani melakukan tekanan tinggi dan transisi cepat, meski keseimbangan bertahan belum sepenuhnya konsisten.