Messi Kembali Jadi Harapan! Prediksi Argentina vs Swiss di Perempat Final

Argentina Waspadai Swiss,
Sumber :
  • Pinterest

 

img_title Persib Kena Sanksi FIFA, Kasus Robert Rene Alberts Jadi Penyebab

VIVASoccer – Argentina menghadapi Swiss pada babak perempat final Piala Dunia 2026 di Arrowhead Stadium, Kansas City, Minggu dini hari WIB. Lionel Messi kembali menjadi tumpuan La Albiceleste untuk menjaga asa mempertahankan gelar juara dunia, sementara Swiss datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyingkirkan Kolombia melalui adu penalti.

Laga ini diprediksi berlangsung ketat. Argentina memang lebih diunggulkan berdasarkan kualitas individu dan pengalaman di fase gugur, tetapi Swiss memiliki organisasi permainan yang solid dan terbukti mampu menyulitkan lawan-lawan besar sepanjang turnamen.

img_title Persib Kena Ban FIFA, Begini Nasib 8 Pemain Barunya

Meski lolos ke delapan besar, perjalanan Argentina sejauh ini belum sepenuhnya meyakinkan. Setelah tampil dominan pada fase grup, pasukan Lionel Scaloni justru harus bekerja keras dalam dua laga fase gugur.

Saat menghadapi Tanjung Verde di babak 32 besar, Argentina baru memastikan kemenangan setelah bermain hingga babak tambahan. Pada pertandingan berikutnya melawan Mesir, mereka bahkan sempat tertinggal dua gol sebelum akhirnya bangkit dan menang dramatis berkat inspirasi Lionel Messi serta gol penentu Enzo Fernandez. 

img_title FIFA ASEAN Cup 2026 di Indonesia, Ini Stadion yang Jadi Venue

Messi Kembali Jadi Pembeda

Performa Messi masih menjadi alasan utama Argentina tetap difavoritkan. Kapten berusia 39 tahun itu terus menunjukkan pengaruh besar, bukan hanya lewat gol, tetapi juga kreativitas dan kemampuannya mengubah jalannya pertandingan pada momen-momen krusial.

Keberadaan Lautaro Martinez di lini depan juga memberi dimensi berbeda. Ketajamannya membuka ruang membuat Messi lebih leluasa bergerak mencari celah di area pertahanan lawan.

Namun, Argentina masih memiliki pekerjaan rumah. Pendekatan taktik Lionel Scaloni yang kerap memainkan empat gelandang sentral membuat serangan sering bertumpu pada pergerakan bek sayap. Strategi tersebut memang membantu menguasai lini tengah, tetapi juga meninggalkan ruang saat kehilangan bola.

Kelemahan itu beberapa kali dimanfaatkan lawan melalui serangan balik cepat. Jika kembali terjadi saat menghadapi Swiss, Argentina berpotensi mengalami kesulitan. 

Swiss Datang dengan Modal Percaya Diri

Swiss bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Tim besutan Murat Yakin tampil disiplin sepanjang turnamen dan berhasil menghentikan langkah Kolombia yang sebelumnya tampil impresif.

Kekuatan utama Swiss terletak pada kolektivitas permainan. Granit Xhaka menjadi pengatur tempo di lini tengah, sedangkan Manuel Akanji memimpin pertahanan yang sejauh ini tampil cukup kokoh.

Halaman Selanjutnya
img_title