Erick Thohir Jawab Sentilan Prabowo soal Timnas Indonesia dan Piala Dunia
VIVA Soccer – Vivanians, Ketua Umum PSSI yang juga Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, akhirnya merespons pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyoroti belum berhasilnya Timnas Indonesia tampil di putaran final Piala Dunia. Erick menegaskan bahwa pesan Presiden bukan hanya ditujukan kepada sepak bola, tetapi juga menjadi dorongan bagi seluruh cabang olahraga untuk mengangkat nama Indonesia di panggung internasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Erick sehari setelah Presiden Prabowo melontarkan keresahannya saat peluncuran program biodiesel B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek. Dalam pidatonya, Prabowo menyebut dirinya belum puas karena Indonesia telah mencatat kemajuan di berbagai sektor, tetapi belum mampu mewujudkan mimpi tampil di ajang sepak bola paling bergengsi di dunia.
Menurut Erick, sepak bola memang menjadi salah satu tolok ukur prestasi olahraga sebuah negara. Namun, ia menilai pesan Presiden memiliki makna yang lebih luas, yakni membangun kehormatan bangsa melalui pencapaian olahraga.
"Bapak Presiden secara simbolik tidak hanya berbicara tentang sepak bola, tetapi seluruh olahraga yang bisa memberikan kontribusi besar terhadap national branding dan kehormatan Indonesia," ujar Erick kepada awak media di Jakarta.
Piala Dunia Masih Menjadi Target Besar Indonesia
Komentar Presiden Prabowo muncul tidak lama setelah perjalanan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 berakhir pada putaran keempat. Meski gagal mengamankan tiket ke putaran final, pencapaian tersebut tetap menjadi sejarah karena merupakan langkah terjauh Indonesia sepanjang era kualifikasi modern.
Hasil itu memperlihatkan perkembangan signifikan dibanding edisi-edisi sebelumnya. Dalam beberapa tahun terakhir, PSSI melakukan berbagai pembenahan, mulai dari mempercepat program naturalisasi pemain keturunan, memperbaiki pembinaan usia muda, hingga mendatangkan pelatih berkualitas internasional untuk meningkatkan daya saing Tim Garuda.
Meski demikian, persaingan di zona Asia masih sangat ketat. Negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, Iran, Australia, Arab Saudi, hingga Uzbekistan terus menunjukkan perkembangan yang membuat perebutan tiket Piala Dunia semakin kompetitif.
Peluang Menuju Piala Dunia 2030 Dinilai Lebih Terbuka
Di balik kegagalan menuju Piala Dunia 2026, Indonesia tetap memiliki alasan untuk optimistis menatap edisi 2030. FIFA sebelumnya telah memperluas jumlah peserta menjadi 48 tim mulai 2026, dan pembahasan mengenai alokasi slot Asia untuk Piala Dunia berikutnya diperkirakan tetap memberikan peluang lebih besar dibanding format lama.