Lamine Yamal Tebar Ancaman ke Prancis Jelang Semifinal Piala Dunia 2026
- -
VIVA Soccer – Timnas Spanyol memastikan tempat di semifinal Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Belgia 2-1 di Los Angeles. Seusai laga, bintang muda Lamine Yamal langsung melontarkan psywar kepada Prancis dengan menyebut Les Bleus seharusnya lebih khawatir menghadapi La Roja daripada sebaliknya.
Spanyol mengamankan kemenangan berkat gol Fabian Ruiz pada babak pertama dan gol penentu Mikel Merino pada menit ke-88. Hasil tersebut memperpanjang laju impresif tim asuhan Luis de la Fuente sekaligus membawa mereka bertemu Prancis dalam duel perebutan tiket ke final.
Kepercayaan diri Yamal bukan tanpa alasan. Menurut pemain berusia 19 tahun itu, Spanyol memiliki modal psikologis yang kuat setelah dua kali mengalahkan Prancis dalam pertemuan penting dalam dua tahun terakhir.
"Kalau ada yang harus takut, itu mereka. Kami sudah menyingkirkan mereka di Euro 2024 dan UEFA Nations League. Kami tidak takut," ujar Yamal.
Rekor Tak Terkalahkan Jadi Modal Besar Spanyol
Kemenangan atas Belgia membuat Spanyol mencatat sejarah baru. La Roja kini tidak terkalahkan dalam 36 pertandingan berturut-turut sejak kalah 0-1 dari Kolombia pada Maret 2024.
Rinciannya, Spanyol membukukan 27 kemenangan dan sembilan hasil imbang. Catatan tersebut menjadi rekor terpanjang dalam sejarah tim nasional Spanyol.
Lebih mengesankan lagi, era Luis de la Fuente terus menunjukkan konsistensi. Pelatih berusia 65 tahun itu belum pernah merasakan kekalahan di Piala Dunia maupun Piala Eropa dengan rekor 12 kemenangan dan satu hasil imbang dari 13 pertandingan.
De la Fuente pun menyambut duel kontra Prancis dengan penuh optimisme.
"Kami akan bekerja keras untuk mengalahkan mereka. Saya rasa mereka juga sama khawatirnya menghadapi kami. Kami adalah satu-satunya tim yang mampu mengalahkan Prancis dua kali secara beruntun," kata De la Fuente.
Mikel Merino Kembali Jadi Penyelamat
Jika Yamal menjadi sorotan karena pernyataannya, Mikel Merino kembali membuktikan perannya sebagai supersub.
Gelandang Arsenal itu masuk dari bangku cadangan sebelum mencetak gol kemenangan pada menit ke-88 setelah memanfaatkan bola muntah hasil tembakan Pau Cubarsi yang gagal diamankan kiper pengganti Belgia, Senne Lammens.