Jelang Piala AFF 2026, Erick Thohir Ungkap Kabar Buruk Timnas Indonesia
VIVA Soccer – Timnas Indonesia dipastikan berpotensi tampil tanpa mayoritas pemain diaspora yang merumput di Eropa pada Piala AFF 2026. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menjelaskan turnamen tersebut tidak masuk dalam kalender resmi FIFA Matchday sehingga klub-klub Eropa tidak memiliki kewajiban melepas pemainnya.
Situasi itu membuat sejumlah nama andalan seperti Jay Idzes, Mees Hilgers, Kevin Diks, Maarten Paes, Ole Romeny, hingga Marselino Ferdinan berpeluang besar absen. Mereka hanya bisa bergabung apabila mendapatkan izin langsung dari klub masing-masing, sesuatu yang selama ini cukup sulit terjadi di luar agenda FIFA.
Meski demikian, PSSI memastikan persiapan Timnas Indonesia tetap berjalan sesuai rencana. Pelatih John Herdman kini diarahkan membangun skuad dengan fondasi pemain Liga Indonesia yang tersedia sepanjang pemusatan latihan.
Kalender FIFA Jadi Penyebab Utama
Erick Thohir menjelaskan absennya pemain diaspora bukan disebabkan persoalan administrasi maupun cedera, melainkan aturan internasional yang mengatur pelepasan pemain.
Dalam regulasi FIFA, klub wajib melepas pemain hanya ketika pertandingan internasional berlangsung pada periode FIFA Matchday. Di luar jadwal tersebut, keputusan sepenuhnya berada di tangan klub.
Artinya, klub-klub di Belanda, Italia, Denmark, Inggris maupun negara Eropa lainnya memiliki hak penuh mempertahankan pemain mereka apabila kompetisi domestik sedang berlangsung atau memasuki masa pramusim.
Karena itulah peluang bergabungnya para pemain diaspora masih terbuka, tetapi bergantung pada kebijakan masing-masing klub.
PSSI Beri Prioritas untuk Timnas
Sebagai bentuk dukungan terhadap program tim nasional, PSSI telah berkoordinasi dengan operator kompetisi untuk menyesuaikan jadwal Liga Indonesia. Erick Thohir mengungkapkan liga domestik diundur hingga September sehingga tidak berbenturan dengan agenda Timnas Indonesia.
Langkah tersebut memberi keleluasaan bagi John Herdman untuk memanggil pemain-pemain terbaik dari kompetisi nasional tanpa mengganggu jalannya liga.
Kebijakan ini juga menunjukkan upaya PSSI menjaga kesinambungan antara kompetisi dan kepentingan tim nasional, sesuatu yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi perhatian federasi.
Kesempatan Pemain Liga Indonesia
Potensi absennya pemain diaspora membuka peluang besar bagi pesepak bola Liga Indonesia untuk membuktikan kualitasnya.