4 Pemain Brasil Dirumorkan ke Arema FC, Pengumuman Resmi Dinanti
VIVA Soccer – Arema FC masih belum mengumumkan secara resmi rekrutan asing untuk menghadapi Super League 2026/2027. Namun, hingga Jumat, 10 Juli 2026, empat pemain asal Brasil terus dikaitkan dengan Singo Edan, yakni Diego Landis, Careca, Gustavo Henrique, dan Marcos Vinicius. Meski rumor tersebut semakin ramai, manajemen menegaskan belum ada pengumuman resmi dan seluruh keputusan tetap berada di tangan pelatih Marcos Santos.
Keempat nama itu disebut-sebut masuk dalam daftar pemain yang diproyeksikan mengisi kuota 11 pemain asing yang diizinkan regulasi Super League musim 2026/2027. Jika benar bergabung, seluruhnya akan menjalani pengalaman pertama bermain di Liga Indonesia.
Hingga hari ini, Arema menjadi salah satu klub yang masih belum memperkenalkan mayoritas pemain asing barunya. Kondisi ini berbeda dengan sejumlah kontestan Super League lain yang sudah mulai merilis rekrutan mereka satu per satu sejak bursa transfer dibuka.
Empat Nama Brasil Masih Berstatus Rumor
Diego Landis dan Careca menjadi dua nama yang paling sering dikaitkan dengan Arema FC. Keduanya pernah bermain bersama Gabi di Terengganu FC, klub yang berkompetisi di Liga Malaysia.
Selain itu, Gustavo Henrique juga masuk dalam radar. Gelandang serang berusia 30 tahun tersebut sebelumnya memperkuat Ninh Binh FC di Liga Vietnam dan kini berstatus tanpa klub sehingga berpotensi direkrut tanpa biaya transfer.
Nama lain yang ikut mencuat adalah Marcos Vinicius. Winger kiri berusia 27 tahun itu bermain bersama Volta Redonda di Serie C Brasil dan dikenal memiliki kecepatan serta kemampuan menyerang dari sisi sayap.
Meski demikian, hingga saat ini Arema FC belum memberikan konfirmasi mengenai status negosiasi keempat pemain tersebut.
Marcos Santos Punya Kendali Penuh
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan bahwa klub tidak memiliki kebijakan khusus untuk merekrut pemain dari negara tertentu. Menurutnya, seluruh proses seleksi pemain asing diserahkan kepada pelatih kepala Marcos Santos agar skuad yang dibentuk benar-benar sesuai dengan kebutuhan taktik tim.
Hal tersebut menjelaskan mengapa mayoritas nama yang beredar berasal dari Brasil. Faktor utama bukan karena kebijakan klub, melainkan rekomendasi teknis dari pelatih yang memahami karakter pemain yang dibutuhkan.