Indra Sjafri Ungkap Kedekatan dengan Evan Dimas: Dia Sudah Kayak Anak Saya

Indra Sjafri dan Evan Dimas.
Sumber :
  • Kolase PSSI

VIVASoccer – Mantan pelatih Timnas Indonesia, Indra Sjafri, membuka cerita hangat mengenai sosok mantan anak asuhnya, Evan Dimas Darmono.

img_title Prediksi 23 Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026

Momen emosional itu terungkap dalam program Kabar Petang tvOne pada Kamis (11/6/2026), saat Indra hadir untuk membahas perjalanan Timnas Indonesia U-19 jelang babak final Piala AFF U-19 2026.

Dalam kesempatan tersebut, suasana semakin hangat ketika Evan Dimas turut dihadirkan melalui sambungan video call.

img_title Persija Resmi Perpanjang Kontrak Andritany Ardhiyasa hingga Musim 2026/2027

Dari situlah Indra Sjafri mulai menggambarkan kedekatannya dengan sang mantan kapten Timnas U-19 tersebut.

Indra terlebih dahulu mengenang pertemuan terakhirnya dengan Evan yang terjadi di sebuah agenda sepak bola di Mojokerto.

img_title Megawati Hangestri Buka Fakta di Balik Absennya dari Timnas Indonesia

"Kemarin kita terakhir ketemu di acara launching Akademi Sepak Bola Pesantren elKISI," kata Indra Sjafri.

Bagi pelatih berusia 63 tahun itu, Evan Dimas bukan sekadar mantan pemain yang pernah ia latih di kelompok usia Timnas Indonesia. Lebih dari itu, Evan sudah ia anggap seperti keluarga sendiri.

"Betul-betul. Dia sudah kayak anak saya," ungkapnya.

Indra juga menegaskan bahwa dirinya memahami keputusan Evan Dimas yang memilih pensiun dini dari dunia sepak bola profesional. Meski begitu, hubungan keduanya tetap terjaga dengan baik.

Ia mengaku masih rutin berkomunikasi dengan Evan untuk memantau perkembangan mantan anak asuhnya tersebut.

"Kita selalu kontak dia. Perkembangan dia selalu saya ikuti dan kita selalu komunikasi," terangnya.

Nama Evan Dimas sendiri bukan sosok asing dalam sejarah sepak bola Indonesia. Ia pernah menjadi simbol kebangkitan Garuda Muda ketika menjuarai Piala AFF U-19 2013 di bawah asuhan Indra Sjafri.

Saat itu, Evan tak hanya menjadi kapten tim, tetapi juga tampil gemilang dengan torehan lima gol yang mengantarkannya sebagai top skor tim. Kariernya kemudian berlanjut ke level senior.

Evan dipanggil oleh pelatih Alfred Riedl untuk memperkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2014, sebelum menjadi motor lini tengah yang membawa Indonesia melaju ke final Piala AFF 2016, meski akhirnya harus puas sebagai runner-up usai kalah dari Thailand.

Di level U-23, Evan juga menjadi bagian penting Timnas Indonesia pada ajang SEA Games, dengan raihan medali perunggu pada 2017 serta medali perak pada 2019.

Halaman Selanjutnya
img_title